Inspirasi

find-inspiration3

Sebuah harian Ibukota menurunkan berita utama hari ini, 5 Oktober 2016 dengan judul “Kasus Kopi Sianida Jadi Inspirasi Anton” (Pos Kota, 5/10/2016). Koran dan media online yang lainnya pun menurunkan berita dengan judul yang kurang lebih sama: “Anton Adopsi Ide dari Kasus Kopi Sianida Jessica” (merdeka.com, 3/10/2016),  “Astaga, Kasus Jessica Jadi Inspirasi” (medansatu.com, 5/10/2016), “Pembunuh 2 Pria di Depok Mengaku Sering Nonton Kasus Jessica” (liputan6.com, 3/10/2016), “Oala… Kasus Sianida Jessica Beri Inspirasi Pemilik Padepokan” (fajar.com, 5/10/2016), dan mungkin masih banyak lainnya.

Apakah “inspirasi” termasuk kata yang netral, jadi bisa digunakan untuk hal yang positif dan negatif? Atau, jangan-jangan “inspirasi” hanya digunakan untuk hal/tindakan yang positif saja? Jika yang terakhir ini benar, berarti penggunaan kata “inspirasi” sebagaimana disebutkan di atas pastilah keliru.

Saya terusik dengan pertanyaan ini dan mulai melakukan riset kecil untuk bisa menjawabnya. Rupanya ada orang yang pernah menanyakan hal yang sama dalam forum yahoo answer (https://uk.answers.yahoo.com/question/index?qid=20091213183052AAv6Ixy). Jawaban orang-orang dalam forum itu pun berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa inspirasi memang bisa digunakan untuk hal yang positif maupun negatif. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa inspirasi seharusnya digunakan untuk hal atau perbuatan yang positif saja.

Bagaimana kamus memaknakan kata ini dan bagaimana asal-muasal dan penggunaan awal kata ini? Kamus Merriam-Webster (http://www.merriam-webster.com/dictionary/inspire) mendefinisikan kata “inspirasi” sebagai (1) mempengaruhi, mengerakkan, memotivasi, atau membimbing. Biasanya yang menggerakkan atau membimbing adalah inspirasi yang sifatnya ilahi atau supra-natural; (2) menghembuskan nafas (kehidupan) ke dalam diri seseorang (arti kuno); (3) berkomunikasi dengan agen atau pelaku ilahi, dan sebagainya. Mungkin itulah sebabnya mengapa sinonim dari kata ini mengandung pengertian yang mendorong, memengaruhi, memotivasi, menimbulkan hasrat, dan sebagainya dari seseorang untuk melakukan suatu tindakan tertentu. Sinonim dari kata “inspirasi” menurut thesaurus.com antara lain memengaruhi, mendorong, menimbulkan gairah, menyebabkan, memicu, dan sebagainya (http://www.thesaurus.com/browse/inspire).

Sampai di sini, apakah sudah dapat ditarik kesimpulan mengenai penggunaan kata “inspirasi” ini? Apakah digunakan secara positif atau negatif juga? Bagi saya, kata “inspirasi” seharusnya digunakan secara positif. Jika memperhatikan pengertian kata ini sendiri dan sinonimnya, meskipun tidak dikatakan secara eksplisit, seharusnya kita bisa merasa bahwa kata ini mengandung pengertian yang sifatnya positif. Dalam arti itu, seharusnya kita belajar atau membiarkan diri diinspirasi atau dimotivasi oleh sesuatu yang positif agar kita bisa melakukan hal-hal yang juga positif.

Menurut saya, menarik juga untuk menganalisis asal muasal kata ini untuk menggarisbawahi kesimpulan saya tersebut. Kata “inspirasi” digunakan pertama kali pada abad ke-14 (k.l. tahun 1300-an). Kata ini berasal dari Bahasa Latin inspiratus (bentuk past participle dari kata inspirare) yang arinya “menghembuskan nafas ke dalam”). Ketika diadopsi dan digunakan dalam Bahasa Inggris (abad 16), kata ini diartikan sebagai “memasukkan udara ke dalam paru-paru”. Dunia kedokteran mengenal dan menggunakan kata expiration yang artinya tindakan atau proses mengeluarkan udara dari dalam paru-paru. Konon, sebelumnya kata “inspirasi” dimaknakan secara teologis dalam kebudayaan Inggris, ketika mereka mengartikannya sebagai “pengaruh ilahi atas diri seseorang.”  Pemahaman semacam ini diterima luas dalam kebudayaan Inggris pada sekitar abad 14. Meskipun kata “inspirasi” memiliki makna dewasa ini yang telah dilucuti dari pengaruh dan muatan teologisnya, kesan positif pada kata ini tampaknya susah ditanggalkan.

Mempertimbangkan makna kata, sinonim dan asal-muasal kata “inspirasi”, saya semakin yakin bahwa kata ini sebaiknya digunakan untuk menjelaskan hal-hal yang positif. Di sinilah saya setuju dengan cara R. Kay Green memaknakan kata “inspirasi” (http://www.huffingtonpost.com/r-kay-green/giving-back_b_3298691.html). Bagi dia, “inspirasi” digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana orang-orang biasa atau peristiwa-peristiwa biasa yang dilakukan atau terjadi secara luar biasa sehingga menimbulkan kekaguman atau ketakjuban tertentu. Rasa kagum dan takjub inilah yang kemudian mendorong seseorang untuk belajar dari orang atau peristiwa tersebut dan kemudian melakukan tindakan-tindakan biasa dalam cara yang luar biasa pula. Karena itu, kita hanya bisa menyebut Ibu Teresa, Gandhi, Marthin Luther King, Jr, atau tokoh-tokoh tertentu sebagai “inspirator”. Sebaliknya, kita agak berkeberatan (atau setidak-tidaknya merasa aneh) jika ada yang merujuk ke Adolf Hitler, Kim Jong Un, Pol Pot, atau orang-orang semacam itu sebagai “inspirator”.

Apakah Anda juga sependapat dengan saya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s