Frugalitas

lock-money-frugal-saving
Hemat sebagai bagian dari kesederhanaan hidup. Sumber: http://moneyoff.com.au/extreme-frugality-where-to-draw-the-line/

Kuliah kemarin sore menyisakan sebuah pikiran yang terus saja mengiang di telinga, entah mengapa. Teman mempresentasikan pemikiran filsuf Polandia, Henryk Skolimowski, yang dewasa ini lebih dikenal sebagai pemikir eco-spiritual. Pemikirannya mengenai keselamatan bumi sangat menarik, karena mengusulkan pendekatan baru terhadap alam. Bahwa manusia harus bertanggungjawab terhadap keselamatan alam, dan bahwa kesadaran akan tanggungjawab ini menjadi sangat urgen berhadapan dengan masifnya kerusakan alam.

Salah satu gagasan yang tadi saya katakana menarik adalah mengenai kesederhanaan hidup (frugality). Menurut Beliau, kesederhanaan hidup seharusnya menjadi sikap dan cara hidup manusia jika menginginkan terselamatkannya alam dan kehidupan. Tentu ini bukan sebuah gagasan yang baru sama sekali, tetapi tetap menarik, terutama ketika kita hidup dalam dunia yang terlalu mengagungkan konsumerisme.

Frugalitas dalam ilmu perilaku dipahami sebagai kecenderungan untuk mengambil dan menggunakan berbagai barang dan jasa secara terkendali, karena memperhitungkan juga ketersediaan barang dan jasa dalam jangka panjang, keberlangsungan tersedianya sumber daya alam dan kepentingan generasi yang akan datang. Filsafat frugalitas yang dikemukakan Skolimowski dan filsuf-filsuf lainnya juga mengatakan hal yang kurang lebih sama. Bahwa manusia harus membatasi diri dalam memenuhi kebutuhannya, menggunakan barang dan jasa yang hanya benar-benar dibutuhkan.

Secara filosofis, frugalitas sebagai “gaya” atau “sikap” hidup diposisikan sebagai sebuah posisi moral berhadapan dengan ideologi konsumerisme dan logika pasar, bahwa seorang individu yang bebas dan otonom memiliki keyakinan pada pengetahuan dan kemandiriannya, bahwa dia mampu menentukan hal-hal yang benar-benar dibutuhkan, bebas dari intervensi pasar. Sikap ini menjadi semacam antitesa terhadap kultur konsumeristik yang oleh kebanyakan orang tampak sebagai hal yang sulit diatasi. Sikap semacam ini mengandaikan kepemilikikan atau keberpihakan pada semacam spiritualitas tertentu.

Benar begitu, bahwa sikap frugalitas memang ikut dipengaruhi oleh spiritualitas tertentu atau gerakan sosial tertentu. Beberapa pengaruh itu bisa disebutkan di sini. Pertama, pengaruh kelompok puritan yang beranggapan bahwa manusia seharusnya menahan diri dari menikmati barang dan jasa tertentu, terutama kenikmatan makanan, minuman beralkohol, tetapi juga pentingnya kesetiaan pada perkawinan, pada keluarga, dan larangan untuk melakukan hubungan di luar ikatan perkawinan yang sah. Kedua, semangat hidup frugalitas juga dipengaruhi oleh kaum enviromentalis yang meyakini nilai ini sebagai sebuah keutamaan. Kelompok ini ingin mengembalikan keterampilan dan kebijaksaan nenek moyang yang memenuhi kebutuhan dari alam dengan mengambil dan menggunakan sumber daya seperlunya saja.

Intinya, frugalitas berhubungan dengan kesederhanaan hidup. Kesederhanaan hidup merupakan buah dari filsafat mengenai kehidupan. Dalam pemikiran Skolimowski, yang memiliki nilai intrinsik adalah manusia.Nilai intrinsik yang paling utama pada manusia adalah penghormatan atas kehidupan (reverence for life), selain nilai intrinsik lainnya seperti tanggung jawab, dan frugalitas. Nilai-nilai intrinsik inilah yang memampukan manusia merencanakan hidupnya kesederhanaan. Penghormatan pada kehidupan merupakan imperatif moral untuk menahan diri dari kecenderungan eksploitatif terhadap alam. Ini karena imperatif tanggungjawab dalam diri individu untuk memperhatikan keselamatan alam dan kepentingan generasi yang akan datang. Sementara frugalitas, sebagaimana dijelaskan di atas, membatasi manusia dari menjalani hidup secara berlebihan.

Ada banyak insight dan inspirasi yang dapat dipetik dari pemikiran semacam ini. Berbagai gerakan sosial yang hendak memperjuangkan keselamatan lingkungan pun dapat mengambil semangat gerakan dari pemikiran semacam ini. Juga rencana kebijakan politik dan penyelenggaraan negara. Semuanya ini dilakukan dengan satu tujuan jelas: menjaga bumi dari kehancuran. Frugalitas, dengan begitu, dapat menjadi nilai hidup yang harus terus diperjuangkan demi keselamatan alam dan seluruh ekosistem.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s