Jika Saja Kamu Membawa Cinta

WhyDoWeSufferSo
Sumber: https://theanatomyoflove.com/conclusions/why-do-we-suffer-so/

Pada saat tertentu dalam kehidupan Nietzsche, ide tentang apa yang dia sebut sebagai “cinta atas nasibmu” muncul dalam pikirannya. Apapun yang bakal akan terjadi pada dirimu, Anda mungkin saja mengatakan hal ini, “Ini adalah apa yang aku butuhkan.” Hal ini mungkin saja akan terlihat seperti kecelakaan, tapi terimalah saja hal itu seakan-akan itu sebuah kesempatan, sebuah tantangan yang harus dihadapi.

Bagaimana bisa menghadapi keadaan nasib itu? Jika saja Anda membawa cinta masuk dalam menghadapi nasib itu, dan bukan keputusasaan, maka Anda akan menemukan kekuatan yang luar biasa besarnya. Setiap bencana yang Anda hadapi dan akan mampu bertahan sebenarnya adalah kesempatan di mana Anda mengalami peningkatan karakter, kekuatan perawakan, dan kehidupan Anda sendiri. Sungguh sebuah keistimewaan! Inilah kesempatan di mana spontanitas alamiah Anda menemukan kesempatan untuk mengalir. Kemudian, ketika melihat kembali kehidupanmu, kamu akan menemukan bahwa saat di mana terjadi kegagalan yang besar yang diikuti oleh suatu keruntuhan entah semangat hidup atau kehancuran materi, sebenarnya telah ikut membentuk kehidupan yang kamu miliki sekarang. Anda akan menyadari hal ini sebagai benar adanya.

Semua saja yang pernah terjadi pada diri dan hidupmu selalu memiliki nilai positif. Meski tampaknya menjadi pengalaman yang buruk atau menjadi semacam krisis, sebenarnya tidak begitu. Kebaikan dan kemenangan telah menanti Anda di balik semuanya itu.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s