HARUS KULIAH DI UNIVERSITAS KATOLIK?

Dua puluh dari 120 mahasiswa saya di sebuah Perguruan Tinggi swasta di Jakarta beragama Katolik. Biasanya saya membuka kuliah pembentukan karakter dengan mengucap syukur dan mohon berkat dalam doa singkat. Melihat mereka membuat tanda salib, hati ini diliputi rasa bangga tetapi sekaligus kecewa. Bangga karena di usia yang masih sangat belia, mereka tidak malu menunjukkan identitasnya di antara mayoritas mahasiswa non Katolik. Meskipun demikian, saya kecewa mengapa mereka tidak kuliah di Perguruan Tinggi Katolik.

Perasaan ini bukan terutama karena status saya sebagai dosen tetap di sebuah Perguruan Tinggi Katolik ternama di ibu kota, tetapi karena pemahaman saya tentang pentingnya pendidikan Katolik dalam pembentukan kepribadian mahasiswa.

Beberapa kali saya menanyakan alasan mengapa para mahasiswa memilih kuliah di Perguruan Tinggi swasta non Katolik, dan jawaban mereka cukup meresahkan saya. Umumnya bukan karena alasan mahalnya biaya kuliah, karena rata-rata universitas swasta di Jakarta memiliki biaya kuliah yang sama mahalnya. Lalu apa alasan mereka?

Tiga puluh persen dari para mahasiswa Katolik itu memilih kuliah di PT swasta non Katolik karena ingin mencari suasana baru. Umumnya mereka adalah lulusan SLTA Katolik.  Sisanya adalah mereka tidak berasal dari SLTA Katolik sehingga tidak ada ikatan emosional tertentu dengan pendidikan Katolik. Menariknya, setengah dari mereka mengakui bahwa pendidikan dalam iklim Katolik itu penting bagi pembentukan kepribadian mereka. Tetapi mengapa memilih PT yang bukan Katolik? Menurut mereka, PT tempat mereka kuliah sekarang mengakui adanya pendidikan agama dan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti perayaan ekaristi, rekoleksi, kemah rohani, dan semacamnya. Inilah yang meyakinkan para mahasiswa bahwa iman Kekatolikan mereka akan terus berkembang di PT swasta non Katolik.

Masalahnya, apakah benar iman Kekatolikan para mahasiswa terpelihara, terus dipupuk dan berkembang menjadi dewasa dalam suasana yang bukan Katolik? Sebenarnya ada 3 jenis universitas yang ada di masyarakat berdasarkan kategori agama dan non-agama, yakni universitas negeri yang sifatnya umum, universitas swasta berdasarkan semangat dan spiritualitas agama tertentu (terutama Islam, Katolik, Kristen), dan universitas swasta yang mengidentifikasi diri dengan spiritualitas agama tertentu yang dianut oleh pendiri, pemilik, atau pengurus yayasan. Hal terakhir inilah yang kemudian ditonjolkan dalam kegiatan promosi ke sekolah-sekolah untuk menarik minat calon mahasiswa. Kegiatan keagamaan di PT swasta tersebut – terutama kegiatan sakramental dalam ajaran Gereja Katolik – lebih bersifat insidental, tidak terstruktur dan terencana, serta tidak ada bimbingan yang sistematis atas pertumbuhan iman anak.

Pada titik inilah saya berpendapat bahwa pilihan pendidikan tinggi yang integral, yang memadukan pendidikan sekuler dengan perspektif Katolik tetap ideal dilakukan di PT Katolik. Tentu ada bias pribadi mengingat saya seorang dosen di PT Katolik, tetapi ini tidak mengurangi idealisme akan pentingnya pendidikan Katolik hinggah PT.

          Ada 4 alasan yang menjustifikasi pendapat saya ini (Lihat Kardinal Avery Dulles, S.J, “The Advantages of a Catholic Universiy”, The Catholic Review, Mei 2002). Pertama, universitas Katolik merefleksikan ilmu pengetahuan dan teknologi dari perspektif hak dan martabat manusia (personalism). Tentu semua PT swasta bisa mengklaim hal yang sama, tetapi perspektif kekatolikan akan lebih terasa di PT Katolik. Kedua, ikatan yang kuat dengan tradisi (a sense of tradition). Gereja Katolik sudah berumur lebih dari 2000 tahun. Tradisi panjang ini akan memperkaya cara pengembangan keilmuan, refleksi keilmuan, dan sudut pandang yang melihat kehadiran karya Roh dalam perjalanan sejarah manusia. Ketiga, keterbenamannya dengan akar Gereja lokal. Universitas Katolik lahir dari kebutuhan yang sangat spesifik yang dihadapi gereja lokal dalam latar sejarah tertentu. Semangat inilah yang akan terus digali dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya terus menghidupan semangat misi Gereja. Di sinilah terdapat pentingnya mendudukkan pendidikan Katolik sebagai bagian dari partisipasi umat atas panggilan dan perutusan gereja (misi) menjadi garam dan terang dunia. Termasuk di dalamnya adalah pentingnya dialog iman dan budaya dalam konteks di mana umat Katolik adalah kaum minoritas. Keempat, terang iman dan keselamatan kekal. Pendidikan Katolik dilaksanakan dalam iklim Katolik yang dilengkapi struktur yang memastikan pembinaan dan pengembangan iman mahasiswa. Hanya Perguruan Tinggi Katolik yang memiliki pelayanan pastoral mahasiswa dan imam pendamping yang memastikan terlaksananya seluruh pelayanan sakramental Gereja, terutama pelayanan Sakramen Ekaristi harian, pengakuan dosa, konseling, komunitas basis, dan sebagainya.

Dokumen Gravissimum Educationis (Nr. 10-12) tentang Pendidikan Katolik antara lain menegaskan pentingnya pembentukan pengetahuan dan iman Katolik dalam sekolah dan PT Katolik yang hanya bisa dilakukan dalam sebuah komunitas Katolik. Tentu syarat ini mustahil dipenuhi oleh Perguruan Tinggi Swasta yang bukan Katolik atau yang dalam strategi pemasarannya mengidentifikasi diri sebagai Katolik.[]

Yeremias Jena

Dosen Etika di Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta

2 pemikiran pada “HARUS KULIAH DI UNIVERSITAS KATOLIK?

  1. Misi Universitas Katolik Widya Karya Malang Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas dan profesional dengan mengedepankan cara berpikir komprehensif yang objektif, kritis dan logis dibidang Tri Dharma Perguruan Tinggi berdasarkan iman kristiani Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang meningkatkan martabat manusia dengan mengutamakan keterbukaan, toleransi, penghargaan terhadap perbedaan dan keberpihakan yang lemah. Melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi, sehingga menghasilkan lulusan yang siap beradaptasi dan berinovasi di tengah masyarakat dengan segala dinamikanya.

    1. Bos, terima kasih atas tanggapannya ya. Saya senang bahwa rekan dari sesama universitas Katolik membaca tulisan ini dan memberi tanggapan. Bagaimana dengan keadaan universitasmu? Mahasiswa baru kisarannya berapa ribu per tahun? Salam dari Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s