Insight Tentang Pendidikan Kita

Cicero
Cicero

Siapa pun tidak bisa menyangkal, bahwa pendidikan itu sangat penting dan dibutuhkan dalam hidup. Pendidikan membebaskan manusia dari segala macam keterbelakangan. Pendidikan memanusiakan manusia. Kita membedakan diri dari binatang atau manusia lain karena pendidikan. Itulah sebabnya, mengapa setiap orang tua menginginkan pendidikan terbaik bagi putra dan putrinya.

Meskipun demikian, apa sebenarnya tujuan tertinggi dari pendidikan? Seharusnya pendidikan diposisikan sebagai upaya membudayakan diri. Dalam arti itu, pendidikan diposisikan sebagai pembentukan kepribadian. Pendidikan membentuk sikap dan perbuatan. Inilah sebenarnya urgensi pendidikan di Republik ini, bahwa pendidikan harus sanggup membentuk pribadi Indonesia yang multikultur supaya tidak saling membenci atas nama agama atau suku. Pendidikan juga harus sanggup membentuk kepribadian unggul supaya mencegah seseorang dari tindakan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Apakah dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa pendidikan di Republik ini telah salah jalan ketika kita menyaksikan perilaku pejabat publik kita yang buruk dan mementingkan diri sendiri?

Mungkin saja kita bisa berdebat soal ini. Saya hanya ingat satu kalimat yang diucapkan Cicero (106 SM – 43 SM), orator dan politisi Romawi Kuni. Dia berkata, “Kemampuan alamiah tanpa pendidikan sering membawa seseorang meraih kemuliaan dan kebajikan dibandingkan dengan pendidikan tanpa kemampuan atau kecakapan alamiah.”

Memang konteksnya agak berbeda, tetapi bagi saya, pendidikan yang sanggup mengubah perilaku seharusnya dimulai sejak dini. Kemampuan alamiah yang dimaksud Cicero itu seperti ketangkasan, keberanian, gesit, dan sebagainya yang sangat dibutuhkan dalam jenis pekerjaan tertentu seperti polisi, tentara, ahli hokum, dan sebagainya. Ya, itu juga penting. Tetapi yang terpenting adalah membiasakan diri hidup baik sejak kecil sehingga dapat mencapai kecakapan diri yang unggul. Kalau sudah besar akan lebih sulit diubah. Dari sinilah saya berani mengatakan bahwa kalau pun ada sesuatu yang salah dengan pendidikan di republik ini, kesalahan itu sepertinya terletak pada muatan pendidikan kita yang lebih menonjolkan isi (content) materi daripada pembentukan kepribadian.

Sebagai pendidik, saya terpanggil untuk mengubah visi pendidikan, paling tidak bagi mahasiswa yang saya jumpai dalam keseharianku. Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s