SUATU SORE DI BASILIKA SANTO ANTONIUS PADUA (ITALIA)

Saya termasuk satu dari sedikit orang Katolik yang beruntung. Kesempatan belajar di Universiti degli studi di Padua membawa saya mengunjungi dan ikut menikmati tempat-tempat wisata rohani di kota ini. Salah satunya (dan yang pertama sekali saya kunjungi) adalah Basilika Santo Antonius Padua.

Sore itu, 2 April 2011, baru saja tiba dari Nijmegen, Belanda, kemarin. Meskipun badan masih sangat capeh karena perjalanan bis yang memakan waktu lebih dari 16 jam, toh sore harinya saya menyempatkan diri mengunjungi Basilika Santo Antonius Padua. Jaraknya yang sangat dekat dari apartemen mahasiswa sangat memudahkan saya menikmati keindahan basilika tersebut.

Menyusuri jalan San Massimo, menyeberangi Jalan San Agustino, terus ke jalan Ospedale Civile, dan Via Cessaroti, saya tiba juga di basilika nan megah itu. Dari jauh sudah tampak keindahan kubahnya. Saya pun segera mengabadikan pemandangan yang menawan itu. Mengelilingi halaman depan melewati beberapa restoran, hotel, dan tempat jual cindera mata, saya akhirnya memasuki halaman depan basilika. Sekitar seratusan pengunjung tampak keluar masuk basilika. Ada yang bercakap-cakap, ada juga yang sibuk memberi makan burung merpati yang tampak begitu jinak menghadapi pengunjung dari berbagai negara itu. Ada pemandangan menarik, tampak juga seorang imam Fransiskan (OFM) tengah ngobrol santai, melayani keinginan tahu para pengunjung.

Saya memutuskan untuk kali ini tidak menceritakan mengenai basilika Santo Antonius Padua ini. Saya akan mengunjungi lagi basilika ini, membaca beberapa literatur dan merasakan khusuknya orang berdoa dalam basilika itu terlebih dahulu sebelum mengisahkan sesuatu mengenainya. Saya tahu bahwa di Indonesia terdapat ribuan orang yang memiliki devosi luhur dan agung kepada orang kudus yang satu ini. Mudah-mudahan dalam tulisan berikutnya saya bisa mengisahkan lebih detail mengenai basilika ini.

Ternyata kunjungan singkat sore ini kuakhiri dengan mengikuti perayaan ekaristi. Waktu menunjukkan pukul 19:00, sudah menjelang malam meskipun di luar basilika seperti baru pukul 16:00 di Indonesia. Perayaan Ekaristi selama kurang lebih satu seperempat jam itu dipimpin seorang imam Fransiskan, mungkin 60-an tahun. Ia didampingi seorang imam Fransiskan lain yang masih sangat mudah, kurang dari 40 tahun. Wah, masih ada juga imam muda di Eropa, pikirku dalam hati.

Yang membuat saya takjub, perayaan ekaristi sangat khidmat. Umat yang menghadirinya hampir memenuhi seluruh bangku basilika. Mereka pun menyanyi riang dan mengambil bagian secara aktif dalam perayaan ekaristi. Pemandangan seperti ini hampir tidak pernah saya alami di Leuven (Belgia) maupun di Nijmegen (Belanda). Menurut saya, suasana menggereja di Padua masih cukup dinamis. Mudah-mudahan kesan awalku ini memang demikian adanya.

Ketika perayaan ekaristi usai, di luar sudah mulai gelap. Pedagang cindera mata pun sudah tutup dagangannya. Ketika malam mulai menyelimuti bumi, temaram cahaya lampu menampakkan keindahan kubah-kubah basilika Santo Antonius. Oh, indahnya!

2 pemikiran pada “SUATU SORE DI BASILIKA SANTO ANTONIUS PADUA (ITALIA)

  1. School systems were designed to turn people into
    factory workers. I want to fly one method to enrich your life and purchase the
    most fun people to go all out, make him love you again. But regardless
    of the passport in different places. You never know when you
    travel.

  2. thanks 4 sharing… sy suka jg dg devosi st antoniaus padua.. jk blk ke basilika lg mohon doa utkku yaa..😉 and ditunggu lanjutan ceritanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s