Sinterklaas Oop Bezoek in …

Menjelang tanggal 6 Desember atau tepatnya malam peralihan dari tanggal 5 ke tanggal 6 Desember, setiap tahun, orang-orang Belgia (juga orang Belanda) “percaya” bahwa Sinterklaas atau Santa Claus akan mengunjungi rumah mereka. Itulah sebabnya ketika bulan November akan segera berakhir, Anda akan menemukan pamflet, stiker, atau semacamnya di berbagai sudut kota di negara ini, memberitahukan, “Sinterklaas Oop Bezoek in …. “ alias Sinterklaas akan mengunjungi … .” Setelah titik-titik bisa diisi dengan nama tempat apapun juga. Masyarakat di Leuven tampaknya juga bersiap-siap menyambut pesta tradisional ini. Demikianlah, tidak jauh dari flat saya di Leuven banyak dijumpai poster bertuliskan: “Sinterklaas Oop Bezoek in Heverlee.

Pesta tradisional semacam ini biasanya dirayakan dalam sebagai pesta anak-anak. Artinya, pesta ini dimaknakan sebagai Santa Klaus atau Sinterklas mengunjungi anak-anak. Imajinasi anak-anak terhadap pesta ini dan bagaimana semangat mereka menyambut kedatangan Santa Klaus dapat disimak dari lagu tradisional yang biasanya dinyanyikan anak-anak saat menunggu kedatangan Santa Klaus. Simak:

Saint Nicolas Little Rascal

Saint Nicolas Little Rascal,
Put something in my little shoe,
A little apple or a little lemon,
A little nut to crack,
That will taste much better
Thank you little Saint Nicolas!
Thank you little Saint Nicolas!

Anak-anak memandang Santa Klaus dalam pemahaman khas mereka. Bagi mereka, Santa Klaus agak nakal karena suka iseng menaruh sesuatu di dalam sepatu mereka. Sesuatu itu entah buah apel atau jeruk, entah nut atau crack. Karenanya keisengan Santa Klaus justru tidak membahayakan atau menyakitkan, tetapi malah menyenangkan. Sesuatu yang ditaruh Santa Klaus di dalam sepatu anak-anak itu justru enak dimakan. Inilah alasan mengapa anak-anak selalu bersemangat menanti kedatangan Santa Klaus. Sesudah menikmati apa yang dibawa Santa Klaus, anak-anak lalu berkata, “Terima kasih Santa Klaus, terima kasih ya atas kedatanganmu!

Siapakah Santa Klaus itu? Ketika Gereja Katolik nyaris mati—he…he….he, mungkin sudah mati—di negara seperti Belgia ini, apa yang akan para orang tua katakana kepada anak-anak mereka mengenai sosok Santa Klaus? Apakah sekadar mendeskripsikan penampilan luar orang kudus yang satu ini, ya seorang tua, berambut uban, berjenggot dan berkumis, datang dari rumah ke rumah membawa hadiah? Siapakah dia sesungguhnya? Mengapa sosok ini dikreasi dan menghiasi imajinasi anak-anak? Apa relevansinya tetap merayakan pesta tradisional ini dalam konteks masyarakat yang begitu sekular dan anti Gereja Katolik?

Sosok Historis

Santa Klaus atau Santo Nikolas adalah sosok historis yang diperkirakan hidup sekitar tahun 280-324.  St Nicholas adalah Santo Pelindung para pelaut, anak-anak, pelancong, gadis-gadis yang belum menikah, roti, penenun dan banyak lagi! Ia juga merupakan Pelindung dari banyak negara, Yunani, Rusia, Belgia, Jerman, Perancis, Austria dan Belanda.

Nikolas lahir sekitar tahun 280, di Patara, Turki (Asia). Kedua orangtuanya termasuk orang Katolik yang baik. Konon setelah lahir, ketika ia dimandikan, tiba-tiba berdiri di air dan mengangkat tangannya ke Surga! Bahkan saat masih bayi dia mempraktikkan puasa dan bermati raga, misalnya dengan meminum air susu ibunya hanya pada hari Rabu dan Jumat.

Sejak usia lima tahun, Nikolas menghabiskan banyak waktunya di gereja dan mempelajari Alkitab dan Iman Katolik. Orang tuanya sangat murah hati dan sering memberi makanan dan pakaian kepada orang miskin. Sama seperti orang tuanya yang senang bepergian dan berbuat baik (beramal) di mana saja mereka menemukan orang miskin, Nikolas pun demikian. Suatu ketika di perjalanannya dia berjumpa dengan seorang wanita yang lumpuh tangannya, datang padanya dan meminta Nikolas agar dia bisa menyentuh tangannya. Ia melakukannya, dan tiba-tiba wanita itu sembuh!

Orangtua Nicholas meninggal karena wabah ketika ia berusia lima belas tahun. Kedua orangtuanya mewariskan sejumlah besar kekayaan dan uang kepadanya. Salah seornag pamannya adalah Uskup Agung Myra. Uskup ini juga adalah seorang pemimpin biara (Abbot). Nikolas memutuskan untuk bergabung dengan biara tempat di mana pamannya menjadi pimpinan, tetapi sebelum masuk biara ini, dia harus menyerahkan uang warisan orang tuanya ini kepada orang atau lembaga tertentu.

Pada saat ini ada seorang yang sangat miskin yang tidak punya uang untuk diberikan kepada putrid-putrinya yang akan menikah. Karena tidak ada uang, orang ini memikirkan untuk mempekerjakan anak-anaknya bahkan untuk pekerjaan yang bisa menimbulkan atau dikategorikan sebagai dosa demi mendapatkan uang yang dibutuhkan. Tetapi ketika St Nikolas mendengar rencana jahat ini, dia berlari ke rumah pria itu di malam hari dan melemparkan tas kecil emas melalui jendela yang terbuka. Sang ayah dengan sukacita berterima kasih kepada Allah dan tak lama putrinya tertua menikah.

Tak lama setelah itu, Nikolas melempar kantong lain berisi emas melalui jendela untuk anak perempuan kedua! Ketika Nikolas melemparkan tas yang lebih besar berisi emas melalui jendela yang terbuka untuk ketiga kalinya, kantong itu jatuh di lantai dan menimbulkan suara keras sehingga membangunkan orang miskin itu! Menyadari hal ini, Nikolas berlari seperti beruang dan orang itu lari mengejarnya. Pria itu berhasil menangkap Nicholas, membantingnya ke tanah, dan mencium kaki orang suci itu sambil mengatakan, “Nikolas, mengapa kamu menyembunyikan diri dari saya. Kamu adalah penolong saya dan telah menyelamatkan jiwa saya dan jiwa anak saya dari siksa neraka!” Nicholas memohon kepada pria itu, “Tolong rahasiakan apa yang kamu lihat ini sampai saya mati!”

Nikolas belajar keras dan dalam waktu singkat mampu menyelesaikan studinya. Dia kemudian ditahbiskan menjadi imam Katolik oleh Uskup Agung Myra dan kemudian ditugaskan sebagai Abbas atau pemimpin biara. Beberapa waktu kemudian Nikolas berziarah ke Tanah Suci (Palestina), tempat tinggal Yesus dan Maria. Setelah menghabiskan beberapa bulan di sana, Nikolas menumpang sebuah kapal kembali ke biara di Myra. Dalam perjalanan pulang itulah tiba-tiba kapal yang ditumpanginya dilanda badai dan angin kencang yang mengerikan. Kapal yang ditumpanginya, meskipun oleng tetapi tetap melaju dan tiba dengan selamat di Myra, Turki. Nikolas pun bergegas mencari sebuah gereja.

Sementara itu, Uskup Myra meninggal. Sehari sebelum Nikolas tiba, para Uskup wilayah telah mengadakan sebuah pertemuan untuk memilih seorang Uskup baru. Seorang Uskup suci dari kalangan para uskup itu memohon agar para uskup wilayah berpuasa dan berdoa. Malam harinya sang uskup kudus ini bermimpi, dan dalam mimpinya, seorang malaikat diperintahkan kepadanya, “Tempatkan diri Anda pada pintu gereja di pagi hari. Orang pertama yang akan Anda lihat bernama Nikola. Urapilah dia sebagai Uskup!” Di pagi hari, Uskup suci mengatakan kepada Uskup lain tentang mimpi dan menunggu di pintu gereja. Ketika seorang pria muncul, Uskup bertanya, “Siapa namamu hai anak muda?” Si anak muda yang tulus hati dan suci ini dengan rendah hati menundukkan kepala dan menjawab, “Yang mulia, nama hamba Nikolas!” Sang Uskup kemudia menyertai Nikolas ke dalam gereja di mana dan kemudian menahbiskan dia sebagai Uskup Myra!

Suatu hari sebuah kapal yang ditumpangi para pelaut tampak ditimpa badai dan angin kencang mengerikan. Para pelaut yang sedang ketakutan itu berteriak ke arah Nikolas, katanya, “Nikolas, hamba Allah. Jika apa yang telah kami dengar mengenai kekudusanmu itu benar adanya, tolong bantulah kami dan selamatkan kami dari badai ini sekarang!” Tiba-tiba Nikolas tampak di hadapan mereka dan berkata, “Saya mendengar kalian menyeruhkan namaku, karena itu saya datang kemari!” Nikolas segera membantu para pelaut dengan tali dan layar, dan tiba-tiba badai mereda. Sesampai di darat, para pelaut itu bergegas ke kediaman Nikolas untuk berterima kasih kepada Sang Uskup, tapi ia mengatakan kepada mereka, “Berterimakasihlah kepada Tuhan, karena hanya dengan belaskasihan dan melalui imanmu kalian diselamatkan!”

St Nikolas hidup pada masa pemerintahan Diokletianus, penguasa Romawi yang sangat membenci agama Katolik. Pada zaman inilah orang-orang Katolik dianiaya. Uskup Nikolas berkeliling dan berkhotbah tentang Iman Katolik, tapi tidak lama kemudian orang kudus ini ditangkap, disiksa, dirantai dan dibuang ke penjara bersama umat Katolik lainnya! Lima tahun kemudian, ketika Konstantinus (anak St. Helena) menjadi Kaisar Kekaisaran Romawi, ia membebaskan semua orang Katolik dari penjara, termasuk Nikolas. Uskup Nicholas kembali ke Myra.

Satu tahun kemudian terjadi kelaparan hebat di provinsi Myra. Nikolas menyadari bahwa ternyata ada beberapa kapal sarat dengan gandum sedang berlabuh di pelabuhan. Dia bergegas ke pelabuhan dan memohon agar para pelaut rela memberikan beberapa bagian gandum bagi orang yang sedang kelaparan. Tetapi para pelaut menjawab, “Yang Mulia, kami berani bukan karena kargo kami diukur di Alexandria dan kami harus menyerahkan semua isi kapal ini kepada Kaisar Konstantinus!” St Nikolas menjawab, “Lakukan apa yang saya katakan, dan saat Anda kembali, Pejabat Kaisar tidak akan menemukan kargo Anda telah berkurang isinya!” Orang-orang itu membagikan gandum yang mereka muat kepada masyarakat yang sedag kelaparan dan ketika mereka tiba di tempat tujuan, gandum yang akan diserahkan ke Kaisar Konstantinus tidak berkurang sedikit pun isinya.

Cukup banyak masyarakat pada waktu itu menyembah dewi palsu bernama “Diana” di dekat sebuah pohon yang telah didedikasikan untuk dia. St. Nikolas mendatangi tempat itu dan menebang pohon tersebut! Iblis yang berdiam di situ sangat marah! Menyamarkan dirinya sebagai seorang biarawati, iblis menyelinap masuk ke sebuah kapal seorang mantan kafir yang sekarang sudah jadi Katolik dan bersiap-siap mengunjungi Uskup Nikolas. Iblis berkata kepada orang ini, “Aku pun ingin datang bersama Anda untuk mengunjungi hamba Tuhan yang suci itu, tetapi aku tidak bisa. Saya titip beberapa minyak ini melalui Anda. Minyak ini tolong Anda tawarkan di gereja tempat Uskup Nicholas dan tolong urapi dinding gereja mewakili saya!” Iblis pun segera menghilang! Tiba-tiba kapal lain datang dan Uskup Nikolas yang berada di kapal ini berteriak, “Apa perempuan itu katakan kepadamu dan apa yang dia berikan?”

Ketika para peziarah memberitahu St Nikolas apa yang baru saja terjadi, ia berteriak, “Itu adalah “Diana” yang tidak tahu malu itu! Jika Anda perlu bukti, bung saja minyak yang dia serahkan kepadamu itu ke laut dan kamu akan melihat apa yang terjadi!” Mereka kemudian melemparkan minyak ke laut, dan tiba-tiba berubah menjadi massa api, menyala selama berjam-jam. Ketika wisatawan tiba di Gereja Uskup Nikolas, mereka berkata, “Sesungguhnya kamu adalah orang yang menampakkan diri kepada kamu di laut ketika kami dalam perjalanan kemari, dan kamu telah membebaskan kami dari kuasa setan!”

Sebuah suku bangkit melawan Kekaisaran Romawi dan Kaisar Konstantinus mengirim tiga Pangeran beserta tentara lengkap untuk menghadapi dan meredahkan pemberontakan itu. Tetapi badai dan angin kencang menghanyutkan kapal mereka dan mereka terdampar di Myra. Uskup Nikolas mengundang mereka ke rumahnya.

Sementara itu, para Pegawai Romawi yang telah dirampok memerintahkan pembunuhan terhadap tiga tentara yang tidak bersalah. Begitu St Nikolaus mendengar hal ini, bergegaslah dia bersama para tamunya ke tempat akan diadakannya eksekusi terhadap tiga tentara yang tidak bersalah tersebut. Dia menghentikan para algojo yang mengeksekusi tiga tentara itu dan membebaskan mereka. Kemudian Nikolas bergegas ke markas tentara, mendobrak pintu yang terkunci, dan berteriak, “Kalian sungguh musuh Allah karena telah melakukan kejahatan yang sangat keji dengan menghukum tiga orang yang tidak bersalah sampai mati!” Para Pangeran yang datang bersama Nikolas memohon agar Nikolas memaafkan para pegawai Romawi itu karena telah menyesali perbuatan dan dosanya.

Para Pangeran melanjutkan perjalanan mereka, menghukum pemberontak dan kemudian kembali. Setelah mereka tiba, Konstantinus menerima mereka dalam upacara kenegaraan. Salah satu anggota pengadilan menjadi sangat cemburu dan menyogok Pegawai Romawi untuk menempatkan tiga Pangeran dalam penjara dan agar mereka dibunuh! Para Pangeran ketakutan! Tiba-tiba Pangeran Nepotian ingat bagaimana Nikolas telah menyelamatkan tiga tentara yang tidak bersalah. Ia kemudian mendorong para Pangeran lainnya untuk memohon Uskup Nikolas agar membantu mereka.

Malam itu, Uskup Nikolas menampakkan dirinya melalui mimpi kepada Kaisar Konstantinus dan berkata, “Mengapa Anda menjatuhkan hukum bersalah kepada tiga pangeran dan akan menghukum mati mereka? Segeralah bebaskan mereka atau aku akan meminta Tuhan untuk mendatangkan sebuah perang yang akan mengalahkan dan mengakhiri kekuasaanmu dan Anda akan dijadikan makanan kepada binatang buas!” Ketika Konstantinus menanyakan siapa dia, orang itu menjawab, “Saya Nikolas, Uskup dari Myra!” Pejabat yang memiliki mimpi yang sama, mengatakan kepada Kaisar dan mereka bergegas ke penjara. Para Pangeran mengatakan kepada Kaisar tentang keajaiban Uskup Nicholas dan mereka dibebaskan dari penjara. Beberapa hari kemudian, para Pangeran mengunjungi Uskup Nicholas dan berkata, “Sesungguhnya Anda adalah hamba Allah. Sesungguhnya engkau mencintai dan menyembah Kristus!” Mereka menceritakan kepada Nikolas tentang mimpi dan setelah berterima kasih kepada Tuhan ia mengajarkan mereka Iman Katolik dan kemudian mengizinkan mengirim kembali ke rumahnya.

St Nikolas terus melakukan perbuatan baik sepanjang hidupnya. Para malaikat datang pada hari kematiannya dan ketika ia sedang mengucapkan doa ini dalam perkataannya, “Ke dalam tangan-Mu ya Tuhan Aku menyerahkan jiwaku, “ Nikolas pun meninggal dunia, sementara musik surgawi mengalunkan kidung-kidung nan lembut indah. Nikolas dimakamkan di makam marmer di Myra dan segera minyak mengalir dari tubuhnya. Bertahun-tahun kemudian Saracen di Turki menghancurkan kota Myra! Pada tanggal 9 Mei 1087, beberapa prajurit dari Bari, Italia memperoleh relik St Nikolas dari beberapa biarawan dan membawa relik-relik tersebut ke kota Bari. Relik-relik tersebut kemudian diabadikan dalam sebuah gereja baru dan minyak terus mengalir dari tulang-tulangnya!

Tradisi Pesta

Orang Belanda dan Belgia merayakan Pesta St. Nikolas setiap tanggal 6 Desember. Di negara-negara ini Santo Nikolas diangkat sebagai pelindung anak-anak dan pelaut. Orang Kudus yang satu ini menjadi sangat terkenal di Eropa terutama sejak beberapa reliknya berhasil dipindahkan ke Bari di Italia pada abad ke-11. Ketika daerah ini berada di bawah kekuasaan Spanyol, mulailah orang Kudus ini terkenal ke kawasan lain di Eropa. Relik orang kudus ini pun menyebar di seluruh Eropa. Di Utara Prancis, St. Nikolas diangkat sebagai St. Pelindung anak-anak sekolah. Tidak heran banyak sekolah memakai nama pelindung St. Nikolas.

Pesta rakyat menghormati St. Nikolas sendiri muncul dan menjadi terkenal selama Abad Pertengahan. Menurut tradisi awal munculnya pesta ini, di hari St. Nikolas, yakni tanggal 6 Desember, para siswa di sekolah memilih salah seornag teman mereka yang akan menjadi “uskup”. Teman yang dipilih ini akan memerintah sebagai Uskup sampai tanggal 28 Desember, yakni pada hari “Orang-orang yang tidak berdosa” (Innocents Day). Kadang-kadang pesta anak-anak ini diperankan melebihi atau melampau kehidupan yang biasanya dijalankan seorang Uskup. Perayaan dan pesta semakin meriah ketika tempat perayaannya tidak lagi di sekolah tetapi dipindahkan ke jalan-jalan kota. Pesta pun menjadi lebih hidup dan semarak.

Selama abad Pertengahan, pesta St. Nikolas selalu dipandangs ebagai kesempatan untuk membantu orang miskin, dengan meletakkan uang di sepatu mereka (yang berkembang menjadi meletakkan hadiah di sepatu anak-anak). Selain itu, selama abad ini pula pesta St. Nikolas menjadi pesta penuh gegap gempita, mirip dengan carnival, yang sering diwarnai dengan orang mengenakan kostum yang aneh-aneh dan berbeda dari pakaian keseharian. Tidak jarang pesta ini pun berakhir dengan mabuk massal. Setelah Reformasi Protestan, perayaan St. Nikolas dilarang di Inggris dan Jerman. Demikian pula Belanda yang sebagian besar penduduknya beragama Protestan, dan pemerintah pun menghapus perayaan publik sejak abad ke-17. Tetapi orang-orang Belanda, termasuk para siswa di Amsterdam memprotes hal ini. Pemerintah kemudian mengizinkan perayaan dalam keluarga. Sejak abad kesembilan pesta St. Nikolas menjadi sebuah pesta atau perayaan sekuler.

Secara tradisional, beberapa minggu antara kedatangan Sinterklas dan tangal 5 Desember, sebelum tidur, anak-anak menaruh sepatu mereka di samping cerobong asap perapian dari kompor batu bara atau perapian. Di zaman modern, mereka dapat menempatkan sepatu mereka di dekat pemanas sentral di rumah mereka. Anak-anak meninggalkan sepatu mereka dengan wortel atau jerami di dalamnya dan semangkuk air di dekatnya “untuk kuda Sinterklaas”, dan anak-anak menyanyikan sebuah lagu Sinterklaas. Hari berikutnya mereka akan menemukan beberapa permen atau hadiah kecil di sepatu mereka.

Sinterklaas akan meletakkan hadiah-hadiah di sepatu anak-anak. Hadiah-hadiah khas yang biasa diberikan adalah cokelat panas, jeruk mandarin, kue berbentuk surat diisi dengan pasta almond atau surat coklat (huruf pertama nama anak terbuat dari coklat), speculaas (kadang-kadang diisi dengan pasta almond), koin coklat dan marzipan angka. Hadiah lainnya yang biasanya diberikan adalah kruidnoten (sejenis biskuit jahe) dan patung dari Sinterklaas yang terbuat dari coklat dan dibungkus kertas aluminium berwarna.

Sering hadih-hadiah besar disertai dengan pembacaan puisi. Untuk hadiah jenis ini, pihak keluargalah yang mempersiapkan hadiah tersebut. Dan untuk itu, keluarga bisa mengadakan pesta kapan saja, tidak harus menunggu sampai Pesta Sinterklas tiba. Pihak keluarga mengadakan event sendiri mirip Pesta Santa Klaus di mana hadiah yang akan diberikan kepada anak-anak dipersiapkan secara sembunyi sehingga benar-benar memiliki unsure “kejutan”. Ketika hadiah diberikan, biasanya keluarga mengucapkan atau membacakan puisi atau ungkapan-ungkapan lucu yang biasanya dihubungkan dengan sifat buruk dari anak atau orang yang akan menerima hadiah itu. Cara demikian dimaksud sebagai upaya memperbaiki sifat atau perbuatan anak tersebut.

Ketika anak-anak di Belanda maupun di Belgia hendak merayakan Pesta Santa Klaus pada tanggal 6 Desember ini, apa yang akan orang tua jelaskan kepada mereka? Jika mereka bertanya kepada orang tua, mengapa pesta ini diadakan, apa yang akan dijawab para orang tua? Sudah hampir dipastikan, pesta ini akan bersifat murni sekular. Kalaupun para orang tua menceritakan sedikit sosok Nikolas, mereka tidak akan menaruhnya dalam konteks kehidupan dan model seorang hamba Allah. Paling banter orang tua akan mengatakan bahwa Nikolas seorang yang baik yang suka membantu anak-anak. Dia juga tidak senang pada anak-anak nakal. Mereka yang nakal bisa jadi tidak akan mendapat hadiah, karena itu lebih baik bersikap dan bertindak secara baik.

Kalaupun pesta ini dikontekskan dalam kultur yang murni sekuler, nilai edukatif yang diangkat melalui pesta ini bisa menjadi sumbangan amat positif agama Katolik bagi anak-anak zaman modern ini. Bahwa menjadi orang yang murah hati, peduli pada kekurangan sesama dan kesediaan menolong hendaknya menjadi semangat yang semestinya dipraktikkan manusia dewasa ini. Dalam arti itu semangat dan model hidup serta kekudusan Nikolas tetap abadi sepanjang masa.[]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s