15. KEGAGALAN

Yang penting bukan seberapa sering kita gagal, tetapi seberapa cepat kita bangun dari kegagalan itu.

Kita semua, kadang-kadang gagal dalam beberapa  usaha kita. Hal itu memberi perasaan tidak nyaman, ketidakpastian, dan kegelisahan. Kebanyakan dari kita merasa malu atas kegagalan dan membiarkan pengalaman pahit masa lalu itu menguasai hidup kita. Kita juga berbuat demikian pada saat mencoba meraih suatu keinginan yang berfaedah sekarang ini; namun kita menghalangi diri kita dari keinginan ini dengan mencemaskan kegagalan masa lalu yang telah membuat kita dihantui ketakutan bahwa kita akan gagal lagi dengan usaha yang sekarang.

Saya ingat saat masih menjadi mahasiswa pra-medis di UniveReitas Colombia, saya gagal dalam pelajaran Kimia Organik dan takut kalau tidak akan pernah menjadi seorang dokter. Namun keinginan menjadi dokter begitu besar sehingga saya ambil kuReus kimia selama musim panas: belajar keras, dan lulus dengan nilai “A”.

Saya bangkit dari kegagalan sebab saya ingin meraih keinginan saya. Cita-cita itu penting bagi saya.

Sukses dalam hidup itu tidak hanya berarti berhasil tetapi juga bangkit dari kegagalan. Kita memiliki mekanisme kegagalan dalam diri kita yang terbentuk dari kekalahan-kekalahan masa lalu. Elemen-elemen dari mekanisme kegagalan tersebut adalah: ketakutan, kemarahan, perasaan minder, kesepian, ketidakpastian, dendam, kekosongan pikiran. Kalau kita dikuasai elemen-elemen mekanisme kegagalan ini, kita pergi meninggalkan  kehidupan sebab kita menyia-nyiakan asset pribadi kita yang sudah terpatri dalam mekanisme sukses.

Kita mesti belajar menerima diri kita apa adanya. Kita tidak pernah sempurna. Mungkin sekali kita akan membuat kesalahan-kesalahan yang mengubah citra diri kita, tetapi kita mesti belajar memiliki keberanian untuk mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan ini dan tidak tergelincir karena kesalahan itu dalam usaha yang sekarang. Bangkit dari kegagalan berakibat pada kepercayaan dan kebahagiaan. Kita harus belajar bahwa kegagalan itu mempunyai nilai yang luar biasa besar. Kegagalan  itu merangsang, mendorong kita untuk bangkit lagi.

Kegagalan terbesar dalam hidup ini adalah  takut membuat kesalahan, takut ambil risiko dalam hidup dan usaha pembaruan diri. Seandainya kita bangkit dari ketakutan ini, kita secara otomatis merubah citra diri kita dan ini loncatan untuk mendapatkan kebahagiaan yang kita cari.  Ingatlah kata-kata Thomas Bailey Aldrich:

“Yang gagal adalah mereka yang belum berusaha keras saja”

4 pemikiran pada “15. KEGAGALAN

  1. Hello again, many thanks for the prompt reply, hati saya kini tenang. Ini kerana saya akan ke sana seorang diri tanpa ditemani oleh rakan2 senegara atau keluarga seperti lazimnya. Saya akan mencari hotel berhampiran Leuven station. Saya akan sampai pada 23hb dan berangkat pulang pada 27hb tetapi kelas 24-26hb sangat padat. Nombor telefonnya dial begini?, ada “/” , bukannya “+”?
    0478/118236

  2. Hi, nice to meet you. Leuven itu kota amat kecil, tak sebandinglah dengan Kuala Lumpur atau Jakarta. Bahkan lebih kecil dari Bogor. Kita bisa keliling kota jalan kaki. Beberapa hotel di Leuven bisa diakses dan dibooking online, pakailah credit card, dan itu sangat aman. Dari Amsterdam ambil train yang ke Mechelen. Mechelen bukan intercity tetapi salah satu stasiun yang menjadi internasional. Intercitynya di Antwepen, tetapi kalo turun di situ terlalu ramai. Turun saja di Mechelen yang terbilang sepi, lalu di situ harus beli tiket lagi ke Leuven, hanya 8 Euro hari biasa dan 5 Euro di weekend.
    Mechelen ke Leuven sekitar 20 menit, tidak usah khawatir karena stasiun yang paling ramai setelah Mechelen adalah Leuven. Yang lainnya kecil2. Turun di Leuven naik saja taksi ke hotel, sangat murah karena dekat. Paling di bawah 1o Euro.

    Makanan di sini banyak, ala Eropa. Makanan halal juga ada, teman2 dari Irak dan Timur Tengah lainnya punya restoran juga. Mesjid juga ada, satu dekat stasiun kereta api dan lainnya di tengah kota.

    Di Leuven kalau tidak padat acaranya kita bisa ketemu. No kontak saya: 0478/118236. Enjoy your trip.

  3. Hi, saya terjumpa blog anda apabila mengakses leuven. Saya dari Kuala Lumpur dan akan ke Leuven untuk kursus pendek selama 3 hari, di 41 Diestsevest. Di atas catatan anda, barulah saya ketahui cara mudah untuk ke Leuven dari Amsterdam, iaitu melalui Mechelen (intercity train?). Terima kasih atas panduan. Saya belum membuat booking hotel kerana masih mencari manakah yang paling sesuai dengan jarak tempat kursus saya. Saya berhasrat untuk menginap di Theatre Hotel tetapi nampaknya jauh berbanding hotel Malon atau La Royale. Apakah pendapat saudara?
    Satu lagi soalan, memandangkan anda ada rakan muslimah, adakah mudah untuk mendapatkan makanan halal di Leuven.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s