14. KESEDERHANAAN

Ralph Waldo EmeReon berkata,”Tak ada yang lebih sederhana dari kemasyuran, sungguh, menjadi sederhana itu menjadi masyur.”

Ya, saya yakin bahwa setiap insan itu masyur ketika ia menghidupi sesuatu yang sederhana, menolak keterikatan atas seluk-beluk perincian yang tak terhitung dan banyak rewel.

Kesederhanaan sebenarnya menjadi tujuan setiap insan, sebab melalui kesederhanaan orang dapat bergerak menuju tempat tujuannya tanpa dibelokkan jalan buntu yang mencegahnya dari menjadi diri yang besar. Anda hidup atas hukum kesederhanaan ketika Anda membuang polusi yang ada dalam pikiran Anda hari ini; ketika Anda membuang kemarahan-kemarahan yang pasti menyakitkan keberadaan Anda.

Kesederhanaan juga berarti mempunyai “sebuah cita-cita dalam satu waktu”.  Itu berarti bahwa Anda harus berhenti mengkritik diri Anda dan orang lain. Dan itu berarti pula Anda mesti  mengerjakan apa yang dapat Anda buat, bukan mencoba meniru atau menjadi orang lain. Kesederhanaan berarti melihat hidup setiap hari sebagaimana adanya, bukan memimpikan seperti apa yang seharusnya.

Kesederhanaan itu juga berarti pikiran yang damai, dan di manakah Anda dapat menemukannya? Dalam diri Anda, dan bukan  jauh ribuan mil di Lautan Pacifik. Apa yang Anda inginkah dari hidup ini?  Apakah  Anda suka berlagak, yang akhirnya membuat citra diri Anda 10 inci lebih kecil? Atau inginkah Anda kesederhanaan yang memberi Anda kenyamanan dari dalam diri Anda dan membuat citra Anda 10 kaki tingginya.

Ingatlah kata-kata Henry Thoreau: “Hidup kita hanya disia-siakan oleh hal-hal yang sepele. Sederhanakanlah……sederhanakanlah….”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s