PELAJARAN SEDERHANA DARI ANAKKU (3)

MEMAHAMI ANAK USIA 9 TAHUN

“Pak, tolong bicara sama anak kita dong! Bilangin dia supaya nurut dikit sama aku, ibunya. Akhir-akhir ini dia agak badung. Disuruh tidur siang pasti berantam,” demikianlah keluhan istriku kepada saya. Apa yang bisa aku lakukan? Biasanya aku mengajak anakku berbicara panjang lebar dan tidak terstruktur mengenai apa saja. Putriku kubiarkan menceritakan apa yang mau dia ceritakan, dan aku memberi komentar atau jawaban atas hal-hal yang memang perlu dijawab atau dikomentari. Selama mendengar cerita atau menjawab pertanyaannya itulah biasanya aku meminta putriku komit pada suatu hal yang dikeluhkan ibunya. Ya, dari soal tidak tidur siang, lebih sering main, tidak mau mendengar nasihat orang tua, sampai keinginan yang harus dipenuhi. Biasanya putriku berjanji untuk tidak mengulang lagi, tetapi setelah beberapa saat, ya janji tinggal janji.

Saya lalu bertanya dalam hati, “Apa yang mesti aku lakukan? Apakah aku harus keras seperti yang dilakukan ibunya yang nota bene seorang guru? Pendekatan apa yang harus akudan istriku  pilih supaya putrid kami bisa melakukan apa yang seharusnya—menurut kami orang tua—harus dia lakukan? Saya lalu berpikir, mengapa tidak dimulai dari memahami terlebih dahulu perkembangannya? Secara psikologis, apa sih yang sedang berkembang dalam diri seorang anak berusia Sembilan tahun? Pikir saya, dengan memahami perkembangan psikologisnya kami akan bisa menemukan cara jitu untuk mendampingi dia. Dari sinilah saya lalu berkonsultasi dengan om google dan beberapa sumber lain yang kiranya bisa menjelaskan kegundahan kami orang tua, tentang bagaimana harus mendidik dan mendampingi anak.

Kebiasaan rutin anak 9 tahun

Kebiasaan makan sudah tidak seheboh lagi ketika anak berusia delapan tahun. Jumlah makannya berkurang meskipun tidak berkurang sampai batas yang tidak wajar. Pada usia ini seorang anak mulai menunjukkan ketertarikan pada makanan, memasak makanannya sendiri dan memakannya. Ketika pulang sekolah biasanya merasa sangat lapar. Dia masih mengalami kesulitan dengan kebiasaan dan tata krama di meja makan. Meskipun demikian, di sebenarnya tahu apa sikap dan tata krama seperti apa yang diharapkan darinya di meja makan.

Anak usia sembilan tahun biasanya suka tidur di malam hari dan kadang-kadang mengalami mimpi buruk. Biasanya mimpi buruk meliputi tema-tema menyeramkan seperti kebakaran, badai, ular, dikejar seseorang atau bahkan dibunuh. Biasanya anak-anak di usia ini tidur pada jam 09:00 malam dan akan bangun pagi pada jam 07:00. Waktu tidur 10 jam biasanya direkomendasikan sebagai waktu tidur yang menyehatkan.

Anak-anak pada usia ini umumnya sangat tidak rapi mengatur pakaian dan kamar tidurnya. Mereka jarang menggantung pakaian pada tempatnya atau menaruh pakaian kotor di tempat yang telah disediakan. Mereka juga tidak peduli atau tidak terlalu menaruh perhatian pada apakah pakaian sedang bersih atau kotor. Tuntutan orang tua dalam hal mengatur pakaian dan kerapian kamar pada usia ini tentu sangat diharapkan.

Perkembangan menarik pada usia ini adalah bahwa anak-anak sudah sanggup merencanakan kegiatan hariannya dan berusaha maksimal untuk melaksanakan rencananya tersebut. Karena itu, orang tua seyogyanya memperkuat kemampuan ini dan terus mendorong anak-anak untuk melakukan perencanaan kegiatan harian dan berusaha melaksanakannya secara konsisten.

Mengembangkan karakter

Kemampuan merencanakan dan mengorganisasi kegiatan harian yang sudah mulai nampak pada usia ini sebenarnya menunjukkan perkembangan kepribadian yang sangat positif. Pada usia ini anak-anak memiliki kemampuan pengaturan-diri yang sangat menonjol, di mana tidak jarang kemampuan itu diperkuat dan dipupuk dengan mengikutsertakan emosi. Anak-anak umumnya menunjukkan tanggung jawab, kemandirian, kepatuhan, kemampuan beradaptasi agar bisa masuk dan berbaur dengan orang lain. Perasaan empati dan sikap murah hati juga menonjol pada anak-anak usia 9 tahun, selain mereka juga menjadi sahabat yang baik dan setia bagi teman-temannya.

Pada usia ini, motivasi-diri (self-motivation) dapat dikatakan menjadi penyifat atau karakteristik utama yang mewarnai seluruh perilaku dan emosi mereka. Mereka mulai berpikir mengenai dan untuk dirinya sendiri dan merasa bangga dengan dirinya. Identitas-diri mulai terbentuk pada usia 9 tahun, di mana seorang anak mulai memiliki pengendalian diri yang bagus. Mereka mulai memikirkan masalah-masalah yang dihadapi dan mencoba mencari solusi atau pemecahannya. Sebenarnya mereka mampu memusatkan perhatian dalam waktu lama pada hal-hal yang ingin mereka kerjakan.

Anak-anak usia sembilan tahun mulai mengembangkan apa yang disebut suara hati. Mereka mulai mengenal dan menyadari kapan suatu perbuatan dikatakan salah dan kapan benar. Suara hatinya mulai bekerja dan cukup menghantui perasaan mereka jika ada hal-hal tertentu yang tidak mereka kerjakan. Mereka akan mengakui terus terang kepada orang tua jika ada hal-hal tertentu yang tidak mereka kerjakan dan meminta maaf. Meskipun demikian, hal yang sama (mengakui kesalahan dan meminta maaf) sering mereka gunakan sebagai taktik jika apa yang mereka lakukan sungguh kelewatan dan memalukan, dan taktik itu diterapkan untuk meminimalisir kemarahan dan kejengkelan orang tua. Karakter seperti kejujuran, adil, dan kebenaran sangat dijunjung tinggi pada anak-anak usia 9 tahun. Mereka biasanya berharap agar tidak hanya mereka tetapi juga orang tua dan orang lain memiliki karakter yang sama.

Sebaliknya, tidak seperti anak-anak usia delapan tahun, anak-anak usia 9 tahun justru tidak menunjukkan ketertarikan pada doa, pada Tuhan, dan agama. Banyak dari mereka bahkan tidak mau pergi ke gereja atau menghadiri sekolah minggu. Meskipun begitu, mereka sebenarnya memiliki elemen dasar etis (membedakan baik dan buruk) dan iman, dan mereka akan berdoa kepada Tuhan jika memang mereka butuhkan.

Disiplin

Sebenarnya anak-anak usia 9 tahun sangat disiplin tetapi mereka akan menjadi sangat kecewa jika akibat dari kedisiplinan mereka justru membuahkan hal-hal yang tidak jujur. Misalnya, seorang anak mendisiplinkan diri dengan rajin belajar supaya mendapat nilai yang bagus karena orang tuanya menjanjikan sebuah sepeda baru. Ketika pembagian rapor tiba dan nilainya bagus, orang tua tidak memenuhi janji mereka dengan berbagai alasan. Pengalaman ini akan sangat mengecewakan anak. Perhatikan bahwa kejujuran menjadi nilai yang sangat dijunjung tinggi seorang anak usia 9 tahun, karena itu dia akan berusaha maksimal untuk melaksanakan segala sesuatu secara jujur. Meskipun tidak terlalu bertanggung jawab atas pekerjaan dan kegiatan rutin hariannya, anak usia 9 tahun umumnya akan berhenti melakukan apa yang sedang dikerjakannya untuk mengerjakan hal lain yang diminta orang tuanya. Mereka biasanya sangat senang jika diminta mengerjakan hal-hal yang menantang dan senang membantu orang tuanya mengerjakan pekerjaan dapur. Berbeda dengan anak usia 8 tahun, anak-anak usia sembilan tahun sudah tidak termotivasi lagi dengan uang atau hadiah yang dijanjikan. Mereka mulai membangun kepuasan diri bukan berdasarkan hadiah yang dijanjikan tetapi berdasarkan tanggung jawab mengerjakan sesuatu sebagaimana diharapkan keluarga. Anak-anak usia ini umumnya ingin menjadi anak yang baik, karena itu selalu melakukan segala sesuatu berdasarkan tanggung jawab yang diembannya. Mereka menerima hukuman secara suka rela, terutama jika sikap atau perbuatan yang mereka lakukan diikuti dengan rasa malu atau kritisisme yang ekstrem.

Untuk sebagian besarnya, anak-anak usia 9 tahun umumnya berusaha untuk menyenangkan hati orang tua, guru, dan teman-teman mereka. Mereka umumnya ingin agar disukai, karena itu mereka menunjukkan perilaku tertentu yang baik agar diakui, diterima, dan diteguhkan oleh orang-orang yang sangat penting dan berpengaruh dalam hidup mereka.

Umumnya anak-anak di usia ini mudah dikoreksi dan dikembalikan ke perilaku semula jika mereka melakukan kesalahan tertentu. Ketika mereka mengalami kekecewaan tertentu, biasanya kekecewaan itu ada dan menyelimuti perasaan mereka. Ini karena pada usia seperti ini mereka berada pada periode penyatuan atau pengintegrasian emosi. Yang jelas, anak-anak usia 9 tahun biasanya sanggup mengatasi perasaan-perasaan negatif secara cepat. Mereka memiliki hasrat yang kuat untuk menyenangkan orang, meskipun kadang-kadang menunjukkan sifat seakan-akan mereka tidak peduli. Mereka masih mengalami perasaan marah, takut, dan cemas, tetapi perasaan-perasaan semacam ini tidak akan bertahan lama. Setelah perasaan-perasaan ini sanggup mereka atasi, anak-anak segera menjadi bersemangat lagi.

Anak-anak pada usia 9 tahun biasanya terlalu menaruh perhatian pada tuntutan dan keterbatasan-keterbatasan ruang dan waktu. Hari-hari mereka tampak diisi dengan hal dan tugas yang harus diselesaikan dan mereka sangat peduli dengan alokasi atau batas waktu yang diberikan untuk menyelesaikan sebuah tugas. Mereka memiliki perencanaan harian yang baik, tahu apa yang harus dilakukan dan kapan, dan kadang merasa tertekan untuk memenuhi seluruh tuntutan tugas tersebut dalam waktu yang sudah ditentukan. Menanggapi waktu yang terbatas dalam menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan, seorang anak usia 9 tahun biasanya akan bekerja ekstra keras, tetapi dengan kecendrungan kepada perasaan cemas. Karena itu, orang tua yang bijak sebaiknya membatasi tugas yang dikerjakan anak-anak usia ini. Orang tua juga bisa memfokus pada menyelesaikan satu tugas terlebih dahulu sebelum berpindah ke tugas lainnya demi melatih kemampuan menuntaskan sebuah tugas dan penguasaan atas cara penyelesaikan tugas dimaksud.

Penutup

Deskripsi ini mungkin tidak seluruhnya menjawab pertanyaan istriku di atas, tetapi paling tidak sebagai orang tua saya memiliki hints tertentu yang bisa membantu saya memetakan perkembangan anakku. Tentu tidak semua hal yang digambarkan di sini cocok dan persis menggambarkan perkembangan anakku, tetapi untuk sebagian besarnya bisa dikatakan demikian. Bahwa seperti inilah perkembangan anak usia 9 tahun.

Tentu akan sangat bermanfaat jika sebagai orang tua kita bisa saling share dan berbagi pengalaman, bagaimana kita mengikuti perkembangan anak-anak kita. Saya kira dengan itu kita bisa saling berbagi dan memperkaya. Semoga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s