Toko di Sudut Jalan itu

Sungguh kesepian dia saat menyusuri jalan itu

Hatinya muram,

tidak ada yang memanggil namanya.

Dia harus cepat-cepat mencapai toko di sudut jalan itu,

yang sebentar lagi tutup.

Pikirannya membawa dia jauh ke masa silam,

hidupnya pernah sukses saat itu.

Kaki Bill terantuk ketika hendak memasuki pintu toko itu.

Penjaga toko minuman itu sedang membelakangi,

dia ada di sudut ruangan.

Sekali lagi Bill datang ke toko itu,

malam itu dia membeli sebotol anggur murah.

Anggur diteguk, Bill pun segera melupakan keadaan di sekitar,

hidup menjadi begitu menyenangkan.

Mengenang kembali hari-harinya yang sudah berlalu,

hanya itulah yang bisa dilakukan Bill.

Dia pernah sukses,

bersama sebuah keluarga yang ada di bawah kendalinya.

Putranya baru berusia enam belas tahun ketika maut merenggut nyawanya.

Mulailah Bill menengguk alkohol, mengurangi rasa sakit dan derita hari itu.

Alkohol kini menguasainya,

mustahil membebaskan diri dari sana.

Segera Bill menjadi terkenal sebagai tukang mabuk di kota kecil itu.

Dia tidak mampu mempertahankan pekerjaannya,

istrinya pun meninggalkan dia.

Ketika alkohol telah menjadi hidupnya,

Bill kehilangan semua hal yang baik.

Bill beranjak meninggalkan toko di sudut jalan itu.

Tas kresek coklat ada di tangannya.

Tak seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi pada Bill setelah itu.

Dia menyusuri lorong kecil; dia tak punya tempat lagi untuk dituju.

Diam-diam dia menangis, dia terjerembab dan jatuh.

Esok pagi di lorong itu, sekelompok orang berkerumun.

Setiap orang menggerutu … tapi tak seorang pun mengeluarkan suara keras.

Sebuah botol kosong tergeletak di tanah, persis di samping sebuah mayat.

Malaikat maut berkunjung malam itu, ketika Bill tertidur di lorong itu dalam lelapnya.

Orang akan segera lupa mengapa tragedi ini terjadi.

Botol besar berisi anggur murah tetap saja dibeli orang.

Perlawanan Bill telah berakhir, bagi dia tidak akan ada lagi pergumulan.

Tapi, banyak orang tetap datang ke toko di sudut jalan itu.

Sebuah puisi oleh T. Lynn

Disadur oleh Jeremias Jena

2 pemikiran pada “Toko di Sudut Jalan itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s