Menyanggah Para Filsuf

Suatu waktu seorang filsuf mengalami mimpi bertemu dengan banyak sekali filsuf terkenal.

Aristoteles adalah filsuf pertama yang menampakkan diri dalam mimpi itu. Ketika melihat Aristoteles, sang filsuf itu langsung berseru kepadanya, katanya, ”Guru, dapatkah engkau memberikan kepadaku kapsul tertentu yang memampukan saya menguasai pemikiran-pemikiranmu dalam 15 menit?” Sungguh mengejutkan sang filsuf itu, Aristoteles ternyata memberikan kepadanya eksposisi-eksposisi yang luar biasa yang menggambarkan pemikiran Aristoteles hanya dalam 15 menit. Wow, menakjubkan. Puaskah sang filsuf? Setelah memahami eksposisi-eksposisi tersebut, sang filsuf lalu mengajukan keberatan tertentu yang ternyata tidak mampu dijawab oleh Aristoteles sendiri. Astaga, Aristoteles menghilang!

Kemudian muncul Plato. Sang filsuf meminta hal yang sama kepada Plato, lalu Plato pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Aristoteles kepada sang filsuf tersebut. Plato pun menghilang setelah tidak mampu menjawab kritik dan sanggahan sang filsuf atas pemikiran-pemikirannya.

Setelah itu bermunculan banyak lagi filsuf terkenal dalam mimpi sang filsuf. Masing-masing mereka menampakkan diri, melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Aristoteles dan Plato kepada sang filsuf, kemudian menghilang setelah tidak mampu membela diri atas sanggahan sang filsuf.

”Jika filsuf-filsuf besar ini hanya sanggup mengemukakan gagasan dan pemikiran mereka bahkan meringkasnya hanya dalam beberapa eksposisi, tetapi kemudian tidak sanggup membela pemikirannya terhadap sanggahan-sanggahan saya, apakah mereka pantas disebut filsuf?” tanya sang filsuf dalam tidurnya. Tetapi kemudian kata sang filsuf kepada dirinya sendiri, ”Aku tahu aku sedang tertidur pulas dan semuanya ini hanya mimpi. Meskipun demikian, saya ternyata telah menemukan penyanggahan umum (universal refutation) terhadap seluruh sistem filsafat yang ada! Besok, ketika aku bangun dari tidurku, dapat saja terjadi bahwa saya melupakan semua hal yang terjadi dalam mimpiku ini, dan mungkin saja dunia akan kehilangan sesuatu.”

Menyadari bahwa apa yang terjadi dalam mimpinya dan kemampuannya menemukan penyanggahan universal (universal refutation) kemungkinan hilang dari pikirannya ketika dia bangun tidur, sang filsuf berusaha keras mengalahkan kantuknya dan bangun dari tidur. Dia berjalan ke arah meja kerjanya, duduk, mengambil alat tulis dan sehelai kertas dan menuliskan seluruh yang terjadi dalam mimpinya, terutama bagaimana dia menyanggah pemikiran-pemikiran para filsuf. Setelah itu sang filsuf kembali ke tempat tidurnya dan tidur lagi sampai pagi.

Keesokan harinya ketika bangun lagi dari tidurnya, sang filsuf masih ingat apa yang telah terjadi dalam mimpinya semalam dan apa saja yang dia lakukan. Dia kemudian bergegas ke meja kerjanya dan melihat apa yang sudah ditulisnya di secarik kertas. Betapa terkejutnya dia, karena hanya ada sebuah kalimat yang tertulis di secarik kertas itu, bunyinya: ”Semua perkara itu adalah apa yang Anda katakan!”

Sang filsuf kemudian tersenyum, ”He…he…he, seluruh sistem filsafat dan pemikirannya ternyata dapat diringkas dalam satu kalimat ini:  ”Semua perkara itu adalah apa yang Anda katakan!”

[From Raymond Smullyan, 5000 B.C. and Other Philosophical Fantasies. St. Martin’s Press, 1983]

2 pemikiran pada “Menyanggah Para Filsuf

  1. HANYA AKU SAHAJA YANG TAHU..!!! SELAIN ITU GOBLOG YANG TIDAK MENGETAHUINYA YG APA AKU KETAHUI..!!! SIA SIA BELAKA MENGASI TAHU MEREKA YG TIDAK MENGETAHUI AKU SIAPA YG SEBENARNYA..!!!

  2. Di masa kini ke depan Sunda akan melahirkan Para Filsuf Handal yang siap menghancurkan kesalahan cara berpikir & manipulasi ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh Para Filsuf Dunia.
    MARI KITA MEMBUAT KARYA FILSAFAT AGAR KITA MENJADI SEORANG FILSUF, YANG BERTANGGUNG JAWAB MENGHADIRKAN KEMBALI KEBENARAN ILMU SANG MAHA PENCIPTA, sebagai mana yang dilakukan oleh Filsuf Sunda Mandalajati Niskala, yang sebagian hipotesisnya sbb:

    1) Menurut para akhli di seluruh Dunia bahwa GRAVITASI BUMI EFEK DARI ROTASI BUMI.
    Menurut Filsuf Sunda Mandalajati Niskala SALAH BESAR, bahwa Gravitasi Bumi TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN ROTASI BUMI. Sekalipun bumi berhenti berputar Gravitasi Bumi tetap ada.

    2) Bahkan kesalahan lainnya yaitu semua akhli sepakat bahwa panas di bagian Inti Matahari mencapai 15 Juta Derajat Celcius.
    Menurut Filsuf Sunda Mandalajati Niskala panas Inti Matahari SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN”.
    Beliau menambahkan:“KALAU TIDAK PERCAYA SILAKAN BUKTIKAN SENDIRI”.

    3) Filsuf Sunda Mandalajati Niskala sangat logis menjelaskan kepada banyak pihak bahwa MATAHARI ADALAH GUMPALAN BOLA AIR RAKSASA YANG BERADA PADA RUANG HAMPA BERTEKANAN MINUS, SEHINGGA DI BAGIAN SELURUH SISI BOLA AIR RAKSASA TERSEBUT IKATAN H2O PUTUS MENJADI GAS HIDROGEN DAN GAS OKSIGEN, YANG SERTA MERTA AKAN TERBAKAR DISAAT TERJADI PEMUTUSAN IKATAN TERSEBUT. Suhu kulit Matahari menjadi sangat panas karena Oksigen dan Hidrogen terbakar, tapi suhu Inti Matahari TETAP SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN.

    4) Filsuf Sunda Mandalajati Niskala menegaskan: “CATAT YA SEMUA BINTANG TERBUAT DARI AIR DAN SUHU PANAS INTI BINTANG SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN. TITIK”.

    5) Menurut para akhli diseluruh Dunia bahwa Gravitasi ditimbulkan oleh adanya massa pada suatu Zat.
    Menurut Filsuf Sunda Mandalajati Niskala: “GAYA GRAVITASI BUKAN DITIMBULKAN OLEH ADANYA MASSA PADA SEBUAH ZAT ATAU BENDA”.
    Mandalajati Niskala menambahkan: “Silahkan pada mikir & jangan terlalu doyan mengkonmsumsi buku2 Barat.

    6) Filsuf Sunda Mandalajati Niskala membuat pertanyaan di bawah ini yang cukup menantang bagi orang-orang yang mau berpikir:
    a) BAGAIMANA TERJADINYA GAYA GRAVITASI DI PLANET BUMI?
    b) BAGAIMANA MENGHILANGKAN GAYA GRAVITASI DI PLANET BUMI?
    c) BAGAIMANA MEMBUAT GAYA GRAVITASI DI PLANET LAIN YG TIDAK MEMILIKI GAYA GRAVITASI?

    7) Menurut para akhli diseluruh Dunia bahwa Matahari memiliki Gaya Gravitasi yang sangat besar.
    Menurut Filsuf Sunda Mandalajati Niskala Matahari tidak memiliki Gaya Gravitasi tapi memiliki GAYA ANTI GRAVITASI.

    8) Pernyataan yang paling menarik dari Filsuf Sunda Mandalajati Niskala yaitu:
    “SEMUA ORANG TERMASUK PARA AKHLI DI SELURUH DUNIA TIDAK ADA YANG TAHU JUMLAH BINTANG & JUMLAH GALAKSI DI JAGAT RAYA, MAKA AKU BERI TAHU, SBB:
    a) Jumlah Bintang di Alam Semesta adalah 1.000.000.000.000.000.000.000.000.000
    b) Jumlah Galaksi di Alam Semesta adalah 80.000.000.000.000
    c) Jumlah Bintang di setiap Galaksi adalah sekitar 13.000.000.000.000

    9) Dll produk Filsafat seluruh cabang ilmu dari Filsuf Sunda Mandalajati Niskala YANG SIAP MENCENGANGKAN DUNIA seperti Wahyu Cakra Ningrat, Trisula Weda, Sangkan Paraning Dumadi, Manunggaling Diri, Sastra Jendra, Filsafat Ilmu Pengetahuan & Jagat Raya, dll.

    Selamat berfilsafat
    @Sandi Kaladia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s