SIKAP MENGAMPUNI BERPERAN MEMBENTUK KARAKTER

Mengampuni orang yang bersalah kepada kita, sulitkah?

Tidak gampang mengampuni orang yang telah melakukan kesalahan atau menyakiti hati kita. Tampaknya lebih bagus atau lebih mudah memendam kekesalan sambil menunggu waktu yang tepat untuk membalas. Ungkapan klasik “tit for tat” atau “mata ganti mata, gigi ganti gigi” sepertinya tepat menggambarkan tendensi manusiawi kita. Tetapi apa jadinya jika kesempatan yang ditunggu-tunggu untuk balas dendam itu tidak kunjung tiba? Bukankah kita menyengsarakan diri kita sendiri? Jika kita “ngotot” mempertahankan gengsi atau harga diri kita untuk membalas karena kita sudah disakiti, betapa menderitanya batin kita. Pengalaman menunjukkan betapa hidup kita akan berputar-putar di tempat jika kita belum menyelesaikan berbagai persoalan pribadi dalam hati kita, termasuk rasa benci dan tendendi balas dendam.

Pertanyaan yang sulit dijawab dan umumnya dihindari orang adalah “mengapa harus mengampuni”? Tentu kita sepakat untuk tidak mencampur antara kesalahan yang dilakukan orang yang tergolong tindakan kriminal dan kesalahan biasa tetapi berefek pada rasa benci, jengkel, dan sakit hati. Tentu akibat-akibat tindakan menyakiti hati orang seperti yang disebutkan terakhir terdapat juga pada semua perbuatan menyakiti hati orang kategori tindakan kriminal. Nah, kembali ke pertanyaan di atas, “Why should I forgive?” (Mengapa harus mengampuni)? Elizabeth Scott, M.S menulis artikel di http://www.About.com (http://stress.about.com/od/relationships/a/forgiveness.htm) berpendapat bahwa mengampuni itu penting karena:

  1. Baik untuk jantung. Sikap memaafkan dan mengampuni menyebabkan detakan jantung menjadi selalu normal karena tidak ada beban stres.
  2. Dengan mengampuni kita mengurangi efek-efek negatif dan depresif dan memperkuat unsur-unsur positif dan spiritual.
  3. Dengan mengampuni tidak hanya memulihkan pikiran perasaan dan perilaku positif, tetapi juga mengembalikan relasi yang positif dengan orang lain.

Perhatikan bahwa mengampuni atau memaafkan itu pertama-tama demi kebaikan kita sendiri sebagai individu. Bahwa jika kita tidak memaafkan atau mengampuni, maka yang rugi adalah diri kita sendiri. Karena itu, daripada menunggu waktu untuk membalas dendam, lebih baik kita hidup secara sehat, meminimalisasikan beban stres dengan melepaskan beban kebencian dan ketidaksenangan dalam diri kita. Salah satunya ya dengan memaafkan atau mengampuni tadi.

Mengenai hal ini tentu pembaca semua memiliki pengalaman yang amat berharga yang bisa kita share di blog ini.

Sejalan dengan Elizabeth Scott, Harvard Women’s Health Watch juga menyimpulkan bahwa ada 5 keuntungan yang bisa didapatkan dari mengampuni atau memaafkan orang yang bersalah kepada kita.

  1. Mengurangi stres. Penelitian menunjukkan bahwa mempertahankan sikap tidak mengampuni akan menyebabkan seseorang menjadi terus stres, otot-otot selalu tegang, tekanan darah meningkat, dan terus berkeringat.
  2. Baik untuk kesehatan jantung. Dengan mengampuni seseorang mengurangi risiko penyakit jantung.
  3. Relasi antarsesama menjadi lebih baik dan kuat. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang mampu mengampuni suaminya biasanya mampu memecahkan konflik-konflik secara efektif.
  4. Mengurangi rasa sakit. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mempraktikkan meditasi dengan memfokus pada mengubah kemarahan menjadi belaskasihan dan bela rasa akan mengalami rasa sakit dan kekhawatiran yang lebih kurang.
  5. Kebahagiaan yang lebih besar. Ketika kamu mengampuni orang lain, kamu menjadikan dirimu sendiri—dari pada orang yang menyakiti kamu—sebagai orang yang bertanggung jawab atas kebahagiaanmu. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang banyak membicarakan masalah pengampunan di tempat terapi mengalami kemajuan yang lebih besar daripada mereka yang tidak membicarakannya.

Sampai di sini, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana harus mengampuni? Di sini tentu kita berbicara mengenai langkah-langkah mengampuni. Meskipun tidak mudah mengampuni, langkah-langkah berikut pantas untuk dipertimbangkan.

  1. Tenangkan dirimu. Untuk meredakan kemarahanmu, cobalah teknik manajemen stres yang sederhana: tarik nafas dan memikirkan sesuatu yang membuat kamu merasa nikmat: pemandangan yang indah, seseorang yang kamu kasihi, dan sebagainya.
  2. Jangan menunggu orang datang meminta maaf. Sering orang yang menyakiti kita memang sengaja tidak mau minta maaf, atau mereka merasa tidak perlu minta maaf. Jadi, jika kamu menunggu, pengampunan tidak pernah terjadi dan kamu akan tetap berada dalam situasi yang sangat menjengkelkan. Ingatlah, pengampunan tidak harus berarti rekonsiliasi dengan orang yang telah menyakiti kamu.
  3. Menangkan hal-hal lain yang jauh lebih bermakna daripada emusatkan perhatian pada rasa dendam dan marah karena disakiti. Cobalah memusatkan perhatian pada cinta, keindahan, dan kemurahan hati di sekitarmu.
  4. Cobalah melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang lain. Jika Anda menunjukkan rasa empati pada orang yang menyakiti kamu, kamu bisa saja melihat bahwa perbuatannya didasarkan pada ketidaktahuan, ketakutan, atau bahkan mungkin cinta.
  5. Akuilah keuntungan dan manfaat pengampunan. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang bisa mengampuni memiliki lebih banyak energi, punya selera makan yang baik, dan pola tidur yang baik pula.
  6. Jangan lupa mengampuni dirimu sendiri. Dengan mengampuni dirimu sendiri kamu bisa memupuk rasa percaya dirimu.

Adakah sesuatu yang menginspirasimu? Share atau bagikan pengalaman Anda di sini!

2 pemikiran pada “SIKAP MENGAMPUNI BERPERAN MEMBENTUK KARAKTER

  1. Hi, I do believe this is an excellent web site.
    I stumbledupon it😉 I am going to revisit yet again since i have
    book marked it. Money and freedom is the greatest way to change, may you bee rich
    andcontinue to help other people.

  2. An outstanding share! I have just forwarded this onto a co-worker who
    was doing a little research on this. And he actually bought me breakfast due to
    the fact that I found it for him… lol. So let me reword this.
    … Thanks for the meal!! But yeah, thanx for spending
    time to talk about this issue here on your web page.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s