Aku yang Utuh

Tesis:

Prof. Charles Taylor

Salah satu usaha filsafat manusia untuk menjawab siapakah manusia, dirumuskan dalam salah satu kata kunci “diri” (the human self). Charles Taylor, misalnya, memahaminya sebagai “aku” atau “diri” dalam ruang moral (in moral space), menurut Karl Marx, manusia merealisasikan dirinya dalam kerja.

Jawab:

Sampai dengan tahun 1980-an, pandangan tentang manusia bersifat sangat naturalistik dan altruistik. Naturalisme adalah teori metafisis yang berpendapat bahwa sebuah fenomena dapat dijelaskan secara mekanistis berdasarkan hukum-hukum dan sebab-sebab alam. Lawannya adalah penjelasan supranatural.

Demikianlah, manusia dipahami dan dijelaskan secara mekanistis. Taylor mengkritik Sigmund Freud yang memahami diri sebagai schismatic self (diri yang terpecah atau terbelah alias tidak utuh), diri yang bukan merupakan sebuah kesatuan/keutuhan, tetapi diri yang terbagi dalam id, ego, dan superego, di mana diri dikuasai oleh bawah sadar.

Diri yang terpecah tidak utuh dan bukan merupakan sebuah keutuhan ini juga tampak dalam pemahaman Karl Marx. Bagi Marx, manusia menghayati hidupnya selalu dalam relasi kepentingan (pemilik modal dan kaum proletar). Masyarakat tempat manusia hidup adalah masyarakat kelas, di mana kepentingan setiap kelas tidak hanya berbeda tetapi saling meniadakan. Maka diri dalam pemikiran Karl Marx pun bersifat schismatic (terpecah-belah).

Charles Taylor melihat bahwa sebelum tahun 1980-an, penjelasan mengenai diri juga bersifat sangat atomistik, Dalam salah satu esainya berjudul Atomism (1985), Taylor mengkritik secara tajam pemikiran yang memandang manusia sebagai “self-sufficient” sehingga tidak membutuhkan masyarakat. Taylor justru mendukung sepenuhnya pandangan Aristoteles yang menyatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial dan makhluk politik, karena dia tidak bisa hidup seorang diri. Manusia bukanlah individu yang bisa memenuhi seluruh kebutuhannya. Manusia tidak bisa hidup di luar polis.

Tidak hanya itu. Masih menurut Taylor, pandangan atomistik tentang manusia justru ikut membahayakan masyarakat liberal itu sendiri. Asumsi liberal adalah sebuah konteks di mana individu menjadi bagian darinya, memiliki komitmen, yang mempromosikan nilai-nilai tertentu seperti kebebasan dan pluralisme.

Charles Taylor adalah seorang pendukung komunitarisme yang berpendapat bahwa individu atau diri adalah embodiment agent dalam dunia. Artinya, diri ada dan menghayati kesehariannya dalam masyarakat, diatur dan dikendalikan oleh rutinitas yang tidak dia pilih dan kebiasaan-kebiasaan yang menjadi latar belakang. Umumnya individu berperilaku dalam cara yang tertentu dan dispesifikasi oleh latar belakang sosial kita ketika kita berjalan, berpakaian, bermain, berbicara, dan sebagainya, tanpa merumuskan tujuan tertentu dari tingkah laku dan perbuatan kita itu. Hidup semacam ini terus dijalankan sampai suatu waktu ketika inidividu menghadapi masalah baru. Pada waktu itulah orang tertantang untuk merumuskan dan menjelaskan tujuan hidupnya dan pilihan-pilihan moralnya. Setelah itu, keadaan kembali normal lagi, begitu seterusnya.

Bagi Taylor, masyarakat dengan seluruh nilai dan normanya berperan sebagai frameworks (kerangka) yang mengarahkan perilaku. Masyarakat adalah ruang moral yang mengorientasikan kehidupan. Dalam situasi normal (dan ini sebagian besar hidup manusia), individu menjalankan hidup sesuai dengan adat, kebiasaan, nilai-nilai dan norma-norma masyarakat. Kesadaran akan ketidakcukupan nilai-nilai masyarakat bukanlah preokupasi utama manusia.

Dalam salah satu bukunya berjudul The Ethics of Authenticity, Charles Taylor menulis, “Only if I exist in a world in which history, or the demands of nature, or needs of my fellow human beings, or the duties of citizenship, or the call of God, or something else. Of this order matters crucially, can I define an identity for myself that is not trivial.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s