KISAH DUA PENCINTA (TWO LOVERS)

Two_lovers_ver2

Melewati malam minggu dengan menonton film Two Lovers saya rasa cukup seru. Film Holywood ini bergenre drama romantik yang diputar di bioskop-bioskop Amerika dan seluruh dunia tahun 2009 ini. Film ini digarap secara cukup serius oleh James Gray selaku penulis skenario dan sutradara dengan mendasarkan seluruh cerita pada novel White Nights karya Dostoevsky. Tentu dengan catatan jangan menonton film ini bersama anak-anak yang masih di bawah umur karena Two Lovers dilabel sebagai film Restricted (R). Maklumlah, ada dua adegan ranjang yang cukup seru, yang sebetulnya masih dalam kategori normal hanya di-shoot secara sangat artistik.

Film Two Lovers diperankan oleh Joaquin Phoenix, Gwyneth Paltrow, dan Vinesa Shaw sebagai tokoh utama. Film ini pernah diikutkan pada festival film Cannes 2008 dan dirilis untuk tontonan publik sejak 13 Februari 2009. Alur cerita dalam film ini memang dramatis. Film mengisahkan bagaimana seorang Leonard yang diperankan Joaquin Phoenix sedang terganggu emosinya karena patah hati. Dia mencoba membunuh diri dengan meloncat dari sebuah jembatan di sungai tetapi kemudian mengubah rencananya tersebut dan akhirnya ditolong oleh orang-orang sekitar yang kebetulan melewati jembatan tersebut. Ketika kembali ke rumahnya, orang tuanya ternyata punya rencana tertentu untuk memperkenalkan Leonard kepada Sandra (Vinesa Shaw), putri seorang keturuan Yahudi. Layaknya orang-orang Yahudi di Amerika Serikat, keluarga Sandra sangat kaya secara ekonomi. Orangtua Leonardo ingin memperkenalkan Leonardo kepada Sandra yang kemudian ketahuan kalau Sandra sendiri lama kesengsem sama Leonard (pengakuan Sandra kalau dia “jatuh cinta” kepada Leonard ketika pertama kali melihatnya di toko pakaian milik orang tua Leonard).

Yang menarik adalah bahwa Leonard yang sebelumnya sangat tertutup dan terganggu emosinya dan sempat tidak tertarik pada kehadiran Sandra dan orang tuanya sewaktu ada jamuan makan malam di rumah orang tuanya Leonardo, perlahan-lahan lunak dan membuka hati. Cukup menegangkan melihat dialog antara Leonardo dan Sandra di kamarnya Leonard malam itu, di mana Leonard mengalami semacam katarsis alias pemulihan emosi. Leonard berani mengisahkan beban batinnya ketika Sandra menanyakan foto setengah badan bekas tunangan Leonard yang ada di kepala tempat tidur Leonard. Dari situlah Leonard tidak hanya mengakui kegagalannya membangun cinta, tetapi juga rasa rendah dirinya. Di sinilah adegan menjadi menarik karena Sandra bersedia menerima Leonard apa adanya dan memperteguh Leonard bahwa dia berharga, bahwa di mata Sandra dialah pria yang pantas diandalkan.

Ketika Leonard mulai membuka hati dan memacari Sandra, secara kebetulan Leonard bertemu dengan Michelle (Paltrow), seorang tetangga baru di apartemen yang juga dihuni keluarganya Leonard. Michelle yang cantik dan cerdas ternyata simpanan seorang pria yang sudah menikah (Ronald Blatt yang diperankan Elias Koteas) yang ternyata adalah teman kerjanya sendiri di kantor pengacara. Sebetulnya Michelle dan Leonard sendiri berada dalam kondisi emosi yang sama, karena keduanya merasa gagal dalam merajut cinta. Rasa tertarik Leonard sempat membuat kedua insan ini menjalin hubungan. Leonard mengalami semacam kelahiran kembali ketika Michelleh yang energik masuk ke dalam hidupnya.

Hubungan yang singkat ini sempat diwarnai keceriaan, tetapi tetap saja cinta yang dibangun di atas luka karena sama-sama sakit secara emosi hanya akan melahirkan hubungan yang tidak sehat. Ketika Michelleh ingin memutuskan hubungannya dengan Koteas dan ingin berpindah ke San Fransisco, Leonard memutuskan untuk ikut. Tiket sudah disiapkan Leonard, dan malam ketika keduanya akan terbang ke San Fransisco sebenarnya adalah malam di mana keluarga Sandra datang ke apartemen ayahnya Leonard untuk jamuan makan malam tahun baru. Maka betapa menegangkan ketika Leonard harus mengendap-endap dari apartemen. Meskipun kepergok ibunya juga yang ternyata sudah mengendus hubungan asmara anaknya dengan Michelle, Leonard tetap pada pendiriannya untuk pergi dari rumah dan melewati hidupnya dengan Michelle. Apa yang terjadi selanjutnya? Ternyata ada perubahan mendadak. Michelle memutuskan untuk tidak berangkat ke San Fransisco karena Koteas memutuskan untuk menceraikan istrinya dan kembali ke pangkuan Michelle. Di situlah Leonard tampak begitu terpukul. Cincin yang sudah disiapkan untuk Michelle dibuang begitu saja di sebuah pantai.

Tapi di sinilah adegan perubahan sikap cinta Leonard sangat apik disorot. Sarung tangan yang dipakai Leonard (ini dibeli oleh Sandra) dicopot dan dibuang Leonard ke pantai. Tapi, ketika ombak mulai mengempas sarung tangan itu, Leonard memandangnya dan teringat kalau ada Sandra yang sebetulnya tulus menerima dia apa adanya. Dan Sandra saat itu sedang berada bersama kedua orang tuanya di apartemennya keluarga Leonard. Di situ kamera juga menyorot kotak cincin yang tadinya dibeli Leonard untuk Michelle dan yang sudah dibuangnya itu. Kotak cincin itu ada di dekat situ. Leonard mengambil kotak cincin itu, membersihkannya dan melihat bahwa isinya masih ada. Dia mengambil, mengantonginya dan membawanya pulang. Di apartemen ayahnya Leonard melihat para tamu masih ada di situ. Sandra tampak duduk di salah satu kursi. Leonard menghampiri belahan hatinya, berdialog dengannya dan mengeluarkan kotak cincin dari kantongnya. Sambil mengatakan itu sebagai kejutan, Leonard mengeluarkan cincin dan memakaikannya di jari manisnya Sandra. Terasa benar kelegahan hati Leonard dan ketulusan Sandra dalam mencinta.

Di situlah kisah berakhir gembira. Cinta yang dirajut antara si Leonard yang memiliki pengalaman patah hati dengan Sandra yang utuh emosinya terajut menjadi kasih yang menyembuhkan, yang membuka ruang bagi sebuah hubungan yang saling meneguhkan. Film ini tentu pantas ditonton tidak hanya oleh mereka yang sedang kasmaran dan ingin meneguhkan pilihan cintanya, tetapi juga oleh kita semua, pasangan suami istri yang memang membutuhkan kesempatan untuk saling menguatkan dalam cinta. Dialog-dialog dalam film ini sangat kuat dan inspiratif, meskipun genre film ini dikritik banyak pengamat sebagai melodrama yang terlalu old fahion. Buat saya tidak apa-apa, yang penting enak ditonton.

So, segera dapatkan DVDnya di pasar dan nikmatilah film ini. Jangan lupa, tontonlah dengan pasangan atau teman yang sudah cukup umur, karena label film ini yang Restricted. Selamat menikmati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s