PROFESI PENJUALAN SEBAGAI PILIHAN HIDUP

ziglar-on-selling1—————————————————————————————————————-

Judul Buku: Ziglar on Selling. Pedoman Lengkap Bagi Profesional Penjualan

Penulis: Zig Ziglar

Halaman: xxi + 427

Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer, Jakarta: 2009 ————————————————————————————————————

Cobalah mengetik nama Zig Ziglar di mesin pencaridata (google.com atau yahoo.com) dan Anda akan menemukan jutaan entry mengenai tokoh yang satu ini. Zig Ziglar dilahirkan di Coffee County, Alabama pada tanggal 6 November 1926. Kematian ayahnya yang terlalu cepat ketika Ziglar baru berusia lima tahun menyisakan tidak hanya duka yang mendalam, tetapi keprihatinan, betapa ibunya harus bekerja keras demi membesarkan anak-anaknya yang masih kecil.

Zig Ziglar ikut dalam Perang Dunia II (1943 – 1945) dalam Angkatan Laut, kemudian masuk dalam bagian V-12 Navy College Training Program dan mengikuti kuliah di University of South Carolina. Suami dari Jean yang dinikahi tahun 1944 ini tidak hanya disiplin dalam hidupnya, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni serta keterampulan salesmanship yang andal. Buku Ziglar on Selling adalah salah satu dari sepuluh buku laris yang ditulisnya. Karya-karyanya dan penampilannya di beberapa program televisi terkemuka di Amerika Serikat seperti CBS dab ABC serta ribuan seminar dan pelatihan yang melibatkan dirinya memosisikan Ziglar sebagai seorang pengarang dan motivator kewirausahaan serta penasihat pemasaran yang andal.

Tiga hal menjadi sangat jelas ketika membaca buku ini. Pertama, profesi penjualan adalah sebuah pilihan, apa yang diungkapkan oleh Ziglar sendiri sebagai “jalan hidup” (hlm. xi). Secara filosofis ungkapan ini menyatakan hakikat terdalam dari kerja, bahwa pekerjaan—dalam hal ini profesi penjualan—tidak akan mengalienasikan seseorang, tetapi justru sebagai profesi yang memungkinkan seseorang merealisasikan seluruh potensi dirinya persis ketika seseorang menggelutinya sebagai pilihan. Sebagai pilihan, seorang penjual diingatkan untuk memiliki keterampilan menjual tertentu dan sikap-sikap profesional yang menopang keterampilan tersebut. Buku ini tidak hanya membahas ketrampilan atau keahlian yang dibutuhkan seorang penjual, tetapi juga sikap-sikap profesional dalam merealisasikan seluruh potensi penjualan yang dimiliki.

Kedua, buku ini ditulis oleh seorang penjual andal setelah lebih dari enam puluh tahun menggeluti profesi penjualan. Itu artinya apa yang diulas dalam buku ini tidak lain adalah sebuah sharing pengalaman sejati. Kisah awal menjalani profesi penjualan (hlm 2, 22-23) menggarisbawahi pemahaman Ziglar akan profesi penjualan sebagai sebuah panggilan dan pilihan hidup. Demikianlah, profesi penjualan sebagai pilihan hidup tidak hanya menjadi elan vital yang terus mendorong seseorang mempertahankan profesinya ketika terjadi krisis, tetapi juga membangkitkan rasa percaya diri, sikap jujur, kerja keras, memperluas jaringan, meningkatkan prospek, dan sebagainya (hlm 3).

Ketiga, kekuatan-kekuatan yang menopang profesi penjualan. Bukan hal yang baru jika dikatakan bahwa profesi penjualan melibatkan banyak orang dalam sebuah jaringan. Yang sering dilupakan ketika orang membicarakan profesi penjualan adalah kekuatan-kekuatan yang menopang profesi tersebut, terutama integritas diri. Tema ini telah diulas dalam banyak buku tentang penjualan. Secara filosofis, integritas diri mendeskripsikan keutuhan diri seseorang, mulai dari hubungan yang utuh dan harmonis dengan diri sendiri, dengan keluarga, masyarakat (termasuk klien), dan dengan Tuhan Semesta Alam. Bagi Ziglar, hanya orang yang memiliki integritas dirilah yang mampu menjalani profesi penjualan, karena dia mampu menghayati profesinya secara tepat. Memang profesi penjualan pertama-tama dihayati sebagai tindakan ekonomi memperkenalkan produk kepada masyarakat, meningkatkan omset penjualan, dan mencapai kesejahteraan finansial. Tetapi bagi Ziglar, inti profesi menjual adalah “menjadi solusi bagi permasalahan orang lain” (bab 9), sehingga dengan menjual seseorang mampu “membangun kehidupan bersama berdasarkan fondasi kejujuran, karakter, integritas, keyakinan, cinta, dan loyalitas” (hlm 23). Hendaknya diperhatikan bahwa semua karakter ini dibahas dan deskripsikan secara berulang dalam buku ini.

Buku ini sebenarnya lahir dari keprihatinan Zig Ziglar akan rendahnya sumber daya profesi penjualan. Karena itu, sejak tahun 1970 Ziglar mendirikan Ziglar Training System yang bergerak di bidang keterampilan dan motivasi penjualan. Visi dasar perusahaan jasa ini tampak sederhana dan mulia: menyuntikkan semangat penjualan kepada setiap orang yang memilih profesi penjualan agar mencintai profesinya dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh, karena profesi penjualan mampu menjadikan seseorang terkaya di dunia (hlm 8). Perusahaan jasa yang didirikan Ziglar juga menjadi mitra bagi perusahaan-perusahaan agar memosisikan divisi penjualan tidak sekadar sebagai salah satu dari tiga pelaku ekonomi, tetapi sebagai agen pembaru kultur industri ketika para penjual mampu memengaruhi terciptanya kebutuhan-kebutuhan baru sebagaimana diinginkan perusahaan.

Dua pandangan paragdimatik sangat menonjol dari buku ini. Disebut paragdimatik karena mengubah paham mengenai profesi penjualan yang selama ini ada dalam pikiran masyarakat. Pertama, para penjual bukanlah pengantar barang dan jasa, tetapi “juru bicara” produk. Merekalah yang memperkenalkan produk kepada konsumen dan menjadi problem solver bagi kebutuhan masyarakat. Karena itu, seorang penjual harus memiliki perencanaan penjualan yang matang, tidak sekadar menemukan peluang penjualan, tetapi bagaimana mengubah peluang (prospek) menjadi keputusan membeli. Rencana penjualan harus termasuk kiat-kiat mengatasi rasa takut (hlm 84) dan penolakan (hlm 78), kemampuan menganalisis kebutuhan pelanggan (hlm 97), dan menawarkan solusi atas kebutuhan tersebut (hlm. 112-1117).

Kedua, para penjual harus memiliki teknik penjualan yang andal. Buku ini menyajikan teknik-teknik praktis yang harus dikuasai seorang penjual, misalnya bagaimana menganalisis kebutuhan dan mempresentasikannya (bab 5), teknik wawancara dan presentasi (hlm. 145-172), sampai kemampuan menutup penjualan dengan hasil yang positif (always ask for the order). Bagi Ziglar, semua ini adalah ketrampilan dasar yang harus dikuasai jika seseorang ingin bertahan dalam profesi penjualan yang semakin hari semakin ketat persaingannya.

Buku ini harus disambut sebagai panduan praktis profesi penjualan, pertama-tama oleh mereka yang menggeluti profesi ini sebagai pilihan hidup (professional seller), tetapi juga oleh kita semua, karena pada dasarnya semua orang adalah penjual—pengacara, dokter, akuntan, insinyiur, guru, sopir bus, resepsionis, penulis, dan sebagainya adalah penjual-penjual dalam profesinya (hlm xvii). Karena ditulis dalam bahasa yang sangat populer, buku ini harus diposisikan sebagai semacam “kitab suci” yang terus menginspirasi dan mengasah kemampuan menjual, hari demi hari.[]

3 pemikiran pada “PROFESI PENJUALAN SEBAGAI PILIHAN HIDUP

  1. nderek bingah…hehe…
    lama tak jumpa, tapi masih terlihat segar; jangan pernah berhenti ajah ya boss….

    terus berkarya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s