Akhirnya Selesai Juga

ethicsKuliah Pasca Sarjana filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara yang sudah saya mulai sejak tahun 2001 akhirnya selesai juga. Betapa tidak! Kuliah yang memakan waktu lebih dari biasanya ini tampak tidak normal. Sebenarnya semua materi perkuliahan sudah saya selesaikan di empat semester pertama, dan syukurlah, semuanya dengan nilai nyaris sempurna. Kalau saja tesis saya sudah rampung pada semester kelima atau keenam, tidak mustahil saya meraih predikat suma cum laude.

Tapi tampaknya segalanya tidak berjalan sebagaimana diharapkan. Tanpa bermaksud mempersalahkan pekerjaan dan kesibukan, saya ingin mengatakan bahwa tertundanya ujian tesis S-2 saya karena memang tesis itu tidak selesai ditulis tepat waktu. Sebagai gambaran, saya bekerja di sebuah perusahaan penerbitan buku sekolah yang core bussiness-nya sama sekali tidak berhubungan dengan filsafat. Karena itu, ada semacam ketidaknyambungan antara pekerjaan dan kuliah. Apalagi sejak tahun 2000 kurikulum pendidikan di Indonesia teus berganti-ganti. Perubahan ini langsung berpengaruh pada pola kerja di kantor. Sebagai editor, saya harus selalu siap mengubah isi buku sesuai tuntutan kurikulum. Dan itu sangat menyita waktu. Deadline kerja yang begitu ketat ditambah seringnya pulang malam membuat saya seolah-olah kehabisan energi untuk menulis di malam hari. Rasanya lelah sekali tubuh ini, sehingga begitu tiba di rumah pasti langsung tidur. Begitu seterusnya selama kurang lebih 7 tahun ini.

Ketika melihat sendiri putri saya yang semakin bertumbuh dan besar, saya memiliki semacam perasaan malu karena belum selesai kuliah. Padahal saya memulai kuliah ketika putriku baru berusia 2 bulan. Karena itu, pertengahan tahun ini saya bertekad untuk mengerahkan seluruh pikiran dan tenaga saya supaya bisa menyelesaikan tesis tersebut. Alhamdulilah, semuanya berjalan sesuai rencana. Saya nekad untuk tidak konsultasi lagi dengan pembimbing tesis, dalam hal ini Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno. Akhir November 2008 saya membawa seluruh tesis yang sudah saya tulis dan langsung menyerahkan kepada pembimbing.

Saya merasa terkejut bahwa pihak STF nyaris saja men-DO saya. Bahkan nama saya tidak didaftarkan lagi ke kopertis untuk semester ini. Tetapi, dengan bantuan pihak STF, saya akhirnya diizinkan mengajukan tesis saya. Romo Magnis menerima tesis saya dan membacanya. Yang mengejutkan saya adalah ketika saya menyambangi Beliau di ruang kerjanya, saya diterima dengan antusias. Sambil berseloroh Prof Magnis mengatakan kepada saya bahwa semoga saya membawa keberuntungan.

Kurang dari sebulan pihak STF menelpon saya dan memberitahu saya untuk siap ujian tesis tanggal 4 Desember 2008, pukul 14:00 – 15:30 WIB. Spontan saya bertanya kenapa langsung ujian? Seharusnya ada koreksian terlebih dahulu. Tetapi saya diberitahu bahwa tesis sudah OK, Romo Magnis yang minta agar langsung saja ujian. Oh, alangkah senangnya hati ini. Tanpa ada koreksi, tesis saya akhirnya diujikan.

Hari yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang juga. Saya sudah tiba di kampus menjelang tengah hari. Sambil beristirahat di perpustakaan, saya mencoba menenangkan diri. Sekitar setengah jam sebelum ujian dimulai, saya mendekat ke sekretariat S-2. Sampai detik itu saya belum tahun siapa penguji saya selain Prof Magnis. Akhirnya, kurang lima menit dari waktu ujian saya memasuki ruang ujian dengan keyakinan akan mampu mempertahankannya.

Betapa terkejutnya saya, yang menjadi penguji lain selain pembimbingku adalah Dr. Simon Petrus Lili Tjahjadi dan Dr. B. Herry-Priyono. Saya diberi waktu 15-20 menit memaparkan isi tesis. Saya menulis tesis dengan judul: KEMAMPUAN NALAR DALAM MEMPERLUAS LINGKARAN WILAYAH MORAL MENURUT PETER SINGER. Setelah itu para penguji mengajukan beberapa pertanyaan pendalaman. Umumnya para penguji mengapresiasi apa yang saya kerjakan. Mereka puas dengan hasil studi saya. Seluruh pertanyaan yang diajukan bisa saya jawab dengan baik dan meyakinkan. Saat-saat yang menegangkan perlahan-lahan cair dan dilalui.

Saya diminta keluar ruangan sebentar, kurang dari lima menit. Setelah itu saya dipanggil kembali untuk mendengarkan hasilnya. Dengan mantap Prof Magnis mengucapkan selamat kepada saya sambil berkata, “Selamat, Saudara Yeremias. Anda berhasil mempertahankan tesis dengan baik. Kami memberi nilai 87 kepada Anda.”

Satu pemikiran pada “Akhirnya Selesai Juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s