Persahabatan Penuh Cinta

Tenderness emerges from the fact that the two persons, longing, as all individuals do, to overcome the separateness and isolation to which we are all heir because we are individuals, can participate in a relationship that, for the moment, is not of two isolated selves but union.

ROLLO MAY

Terhadap teman-teman yang sedang menghadapi persoalan hubungan dengan sesama, kekasih, atau pasangan hidupnya, kita sering bertanya demikian, “Apa yang terjadi denganmu setelah hidup sekian lama bersamanya?” Dan bisa jadi ia menjawab, “Saya tidak tahu. Saya tak menyangka semuanya akan seperti ini.”

Banyak dari kita yang tidak pernah membayangkan kalau ada orang yang akan mengajukan pertanyaan semacam ini kepadanya. Selain sibuk dalam pekerjaan, kita juga memiliki kesempatan untuk berelasi dengan sesama kita. Tetapi anehnya, kita jarang memikirkan dinamika yang bisa menyebabkan relasi kita menjadi bertambah baik dan mendalam atau justru sebaliknya. Setiap hari, misalnya, kita berelasi dengan isteri, suami, anak-anak, teman, kekasih, dan pimpinan kita dan dengan banyak orang lainnya. Tetapi kita tidak peduli dengan relasi-relasi itu, karena sudah menjadi kebiasaan harian kita. Kita memperlakukan orang-orang yang temui dalam hidup kita sehari-hari secara datar dan biasa-biasa saja. Tampaknya kita tidak peduli kalau mereka semua mempengaruhi hidup dan perkembangan kita. Kita melupakan kenyataan, bahwa sesama kita memiliki kemampuan membuat kita tertawa atau menangis, bergembira atau ketakutan. Kita seakan-akan beranggapan bahwa relasi dengan orang lain—isteri, anak, orang tua, teman, kekasih, pimpinan, dan sebagainya—tidak usah terlalu serius dipikirkan. Hal itu terjadi secara alamiah dan mekanistis.

Demikianlah, banyak dari kita tidak beranggapan bahwa ternyata kita harus selalu mengevaluasi relasi atau persahabatan kita dengan orang lain. Padahal evaluasi itu perlu, karena relasi atau persahabatan dengan orang lain ternyata mempengaruhi pertumbuhan mental kita, peran kita di dalam masyarakat, hubungan kita dengan teman-teman dan kekasih, dan dengan kelompok di mana kita menjadi anggotanya.

Meskipun saya telah menaruh hormat dan menggarisbawahi pentingnya relasi penuh cinta dengan sesama dalam keseluruhan hidup saya, sesungguhnya hal ini baru saja terjadi 20 tahun silam. Demikianlah, dalam waktu yang masih relatif singkat inilah saya menaruh perhatian dan studi pada relasi atau hubungan antarmanusia. Dan saya kira waktu ini sudah cukup matang bagi saya untuk memahami hubungan antarmanusia dan membagikannya kepada sesamaku di seluruh dunia.

Ketertarikan saya pada relasi atau persahabatan penuh cinta telah membawa saya kepada mempelajari hal itu secara formal dan informal. Setiap kali saya berelasi dengan orang lain, saya senantiasa melakukan semacam penelitian informal mengenai relasi tersebut. Dan ini membuat relasi atau persahabatan dan percakapan kami menjadi lebih menarik dan mendalam. Di dalam relasi saya dengan orang lain, saya sering menanyakan pertanyaan-pertanyaan seperti apakah mereka merasa bahagia dengan hidup mereka, dan apakah mereka telah mencapai apa yang mereka inginkan di dalam hubungan atau relasi mereka dengan orang lain. Dan jawaban yang saya terima selalu mengejutkan. Kebanyakan jawaban berbunyi, “Saya kira demikian.” Kadang-kadang.” “Saya tidak memikirkannya lagi.” “Saya mengikuti saja irama kehidupanku.” “Saya memiliki masa yang menyenangkan dan masa sulit.” Hampir tidak ada orang yang langsung menjawab “Ya” kalau ditanya apakah mereka bahagia atau menginginkan hubungan atau persahabatan yang sedang mereka hidupi saat ini.

Saya biasanya terus menanyakan jika mereka secara khusus mempelajari bagaimana berelasi atau bersahabat dengan orang lain, atau memiliki waktu untuk memikirkan dan merenungkan hidup dan persahabatan mereka. Reaksi mereka pun boleh dibilang mengejutkan. Mereka menjawab, “Secara khusus mempelajari tentang bagaimana berelasi atau bersahabat dengan orang lain? Ya, apakah saya memilikinya? Saya kira saya tidak lebih jelek dari orang lain, tetapi mempelajari bagaimana seharusnya berelasi atau berhubungan dengan orang lain? Ini akan sia-sia saja.”

Saya hanya tertawa dalam hati memikirkan betapa banyak orang dari antara kita yang ingin melompat ke dalam air atau kolam renang tanpa terlebih dahulu belajar bagaimana berenang dan menyelamatkan diri. Demikianlah, saya cukup memahami mengapa banyak dari mereka yang tidak mengalami kebahagiaan hidup setelah sekian lama hidup bersama pasangan hidupnya. Saya hampir tidak bisa membayangkan apakah mereka cukup punya keyakinan bahwa kehidupan dan cinta juga memerlukan perubahan dan pertumbuhan, dan bahwa dengan membuka diri kepada perubahan dan perkembangan di dalam relasi dan persahabatan—karena kita mau belajar dari relasi kita yang telah terjadi—kita justru bisa semakin diperkaya dan dihangatkan dalam cinta. Saya ragu-ragu kalau mereka memiliki kesadaran bahwa hubungan yang penuh cinta justru menciptakan kehidupan yang bermakna dalam seluruh kehidupan manusia jika manusia tidak pernah belajar dari relasi dan persahabatan mereka.

Supaya bisa mengelaborasi pertanyaan-pertanyaan ini secara lebih akademis, saya kembali menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam kuisioner saya di atas. Saya meminta responden menuliskan pemahaman mereka mengenai apa itu relasi atau persahabatan penuh cinta. Dan harus diakui bahwa jawaban-jawaban mereka sangat bagus dan mendalam. Ada dari mereka yang bahkan merasa senang dan tertantang dengan pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan. Seorang responden menulis, “Anda memaksa saya untuk menjelaskan secara tepat dan kongkret hal-hal yang saya terima begitu saja dalam tahun-tahun kehidupanku yang tidak membahagiakan ini.” Ada juga yang menulis, “Saya tidak menyangka bahwa ternyata sangat sulit untuk mengungkapkan pikiran-pikiran dan perilaku saya yang telah saya hidupi selam 52 tahun dalam kata-kata. Tentu saja ada juga responden yang menolak untuk mendefinisikan pertanyaan saya.

Sebelum kita memahami jawaban-jawaban para responden saya mengenai apa itu relasi atau persahabatan penuh cinta, saya mengusulkan supaya Anda semua menjawab pertanyaan berikut terlebih dahulu. Dengan menjawab pertanyaan ini Anda sebetulnya diajak untuk membahasakan pengalaman kehidupan dan cinta Anda.

Bagaimana Anda mendefinisikan sebuah persahabatan atau relasi penuh cinta antar-sessama manusia?

Jawaban Responden

  • Persahabatan penuh cinta merupakan pilihan kemitraan. Mencintai orang lain di mana ketaksempurnaan nampak jelas di hadapan mata telah menjadi dasar pertumbuhan yang terus menerus dalam kehidupan, terutama ketika keindahan terus dicari dan ditemukan dalam kehidupan dan perjuangan hidup bersama.
  • Persahabatan penuh cinta merupakan model kehidupan di mana setiap individu saling mempercayai. Dalam persahabatan penuh cinta seseorang tidak akan merasa dieksploitasi atau dirugikan oleh pasangannya. Persahabatan penuh cinta melibatkan lebih banyak komunikasi, saling berbagi, dan kelembutkan.
  • Hubungan persahabatan penuh cinta merupakan relasi antarmanusia yang memungkinkan orang yang terlibat di dalam relasi itu bisa membuka diri dan menjadi jujur dengan pasangannya tanpa adanya ketakutan akan diadili atau dicela. Orang yang terlibat di dalam relasi ini akan merasa aman untuk saling terbuka dan mengungkapkan diri secara jujur dan apa adanya.
  • Hubungan persahabatan penuh cinta merupakan relasi yang melaluinya individu yang terlibat mengalami pertumbuhan di dalam pemahaman dan saling menerima perbedaan-perbedaan pasangannya, dan mendukung setiap pribadi untuk keluar dari hubungan mereka dan berbagi suka dan duka persahabatan mereka dengan sebanyak mungkin orang yang ada di sekitar mereka.
  • Hubungan persahabatan penuh cinta merupakan relasi di mana Anda menerima keseluruhan diri orang lain pada saat ini dan menerima hal yang sama dari pasangan Anda.
  • Hubungan persahabatan penuh cinta merupakan relasi yang terjadi di mana perbedaan-perbedaan karena hak-hak pribadi, hak milik, pikiran, emosi, dan bahkan tindakan menjadi tidak nampak. Dan semuanya ini tidak dipersoalkan, karena kita saling berbagi baik aspek-aspek manusiawi tujuan-tujuan maupun ilahi yang mau dicapai.
  • Hubungan persahabatan penuh cinta bersifat mistis, tetapi konkret. Ia merupakan pengalaman yang dinamis, mengalir, memiliki tujuan pada dirinya sendiri dan tidak ingin menjadi sarana bagi tujuan-tujuan tertentu di luar dirinya.
  • Sebuah persahabatan penuh cinta merupakan relasi yang dibangun, yang melaluinya orang mengalami pengalaman saling memperhatikan dan kepekaan terhadap pertumbuhan dan perkembangan pasangannya. Dalam relasi ini sifat ingin memiliki pasangan (posesif) membuka jalan kepada membiarkan pasangan menjadi dirinya sendiri, sifat mementingkan diri sendiri membuka jalan kepada keralaan berkorban dan saling berbagi. Di dalam relasi ini komunikasi dibangun secara mendalam dan terbuka, kebaikan pasangan semakin diperbesar, sementara kejelekkan semakin diperkecil.
  • Persahabatan penuh cinta terjalin memampukan orang untuk memiliki kesadaran yang mendalam mengenai pasangan yang dicintainya, kesadaran dan kepekaan mengenai orang lain, bertumbuh bersama orang yang dicintai sambil menyadari bahwa meskipun tak seorang pun bersifat sempurna di dunia ini, cinta selalu tetap sempurna. Karena sifat cinta yang demikian, ia tidak hanya menjadi dasar hubungan antarsesama, tetapi juga bisa memecahkan banyak persoalan.
  • Persahabatan penuh cinta merupakan penerimaan pribadi lain tanpa kondisi. Penerimaan itu dimaksud untuk membantu dia mencapai tujuan tertinggi hidupnya, bertumbuh, dan memupuk pertumbuhan tersebut. Setiap orang melihat pasangannya sebagai sahabat yang bisa dipercaya, tempat bergantung, dan tempat untuk merasakan kegembiraan dan suka cita.
  • Persahabatan penuh cinta menimbulkan perasaan nyaman di tengah kehadiran orang yang dincintai. Melalui kehadiran, kata-kata dan bahasa tubuh kita bisa saling mempercayai, jujur, saling mengagumi, dan saling taat. Dan bahwa jalan kepada kebahagiaan juga dicapai melalui kebersamaan yang saling mendukung.
  • Orang yang saling mencintai dan terlibat di dalam persahabatan penuh kasih bisa menciptakan persaan kelembutan, perasaan nyaman, dan kegembiraan. Persahabatan demikian memberikan dukungan yang tak ada batasnya dan kekuatan yang senantiasa ada sepanjang waktu.
  • persahabatan penuh cinta membuat orang saling menukar kehangatan dan perhatian tanpa merasa dipaksa, karena ini berakar pada kejujuran yang total dan komunikasi yang terus menerus tanpa saling merugikan satu sama lain.
  • Persahabatan penuh cinta tidak didefinisikan berdasarkan lamanya waktu persahabatan, tetapi berdasarkan kualitas persahabatan itu sendiri. Melalui persahabatan orang berbagi pikiran, perasaan, dan pengalaman. Persahabatan merupakan rumah bagi jiwa kita, tempat kita menjadi diri kita sendiri, dambaan hati, pengaharapan, ketakutan dan kegembiraan. Persahabatan penuh kasih menyingkirkan perasaan takut diadili dan dipersalahkan, ditolak, atau bahkan ditinggalkan. Ia merupakan suasana di mana kita bisa menikmati suasana santai, didukung, dan mendapatkan kekuatan untuk perjuangan hidup kita sehari-hari.
  • Terjalinnya persahabatan penuh kasih membuat pasangan hidup kita merasa bebas untuk menjadi dirinya sendiri. Bersamanya kita bisa menikmati tertawa, dan bukan menertawakan pasangan, bisa menangis bersama dan bukan mengais karena pasangan, mencintai kehidupan, diri sendiri, dan mencita karena merasa telah dicinta. Hubungan semacam ini dibangun di atas dasar kebebasan. Ia tidak pernah bisa berkembang dari sebuah hati yang suka cemburu.
  • Persahabatan penuh cinta memungkinkan orang, yang karena merasa dicintai, diterima, dan nyaman, berbagi perasaan-perasaan terdalam mereka, mimpi-mimpi (impian-impian) mereka, kegagalan-kegagalan, dan keberhasilan-keberhasilan tanpa adanya perasaan canggung. Interaksi dengan orang yang dicintai bersifat dua arah, yakni bersifat memberi dan menerima. Ia berakar dalam saling menghargai dan percaya.
  • Persahabatan penuh cinta menjadi ibarat “rumah” yang di dalamnya Anda bisa menjadi dirimu sendiri secara total, diterima, dipahami, dipercaya, dan dipahami sebagai insan yang pantas dan bermakna. Ia menciptakan suasana yang memampukan orang yang saling mencintai mampu memberikan perhatian dan kenyamanan kepada pasangannya. Hanya dengan demikian seseorang bisa mengalami kasih sayang dan perlindungan, berbagi harapan dan kecemasan, bertumbuh dan belajar untuk menjadi dewasa.
  • Persahabatan penuh cinta memungkinkan orang merayakan kehidupannya, berkomunikasi, dan mengetahui hati dan jiwa pasangannya.
  • Persahabatan penuh kasih merupakan kemampuan untuk mengungkapkan perasaan secara apa adanya, jujur, dan terbuka seperti sifat anak-anak yang lugu dan spontan.
  • Persahabatan penuh cinta membuat seseorang memandang pasangannya bukan sebagai perpanjangan dirinya, tetapi sebagai pribadi yang unik, indah, dan terus menjadi dirinya sendiri. Suasana persahabatan penuh cinta memampukan orang untuk saling membawa kediriannya kepada pasangannya, saling menyatukan diri tanpa takut kehilangan diri.

Jawaban-jawaban mengenai apa itu persahabatan penuh cinta yang diungkapkan para responden di atas terasa mewakili juga pemahaman dan pengalaman cinta kita. Yang penting di sini bukan indahnya kata-kata, tetapi bahwa kata-kata tersebut mewakili pikiran, perasaan, pengalaman, bahkan kehidupan cinta kita. Ada dari kita yang barangkali memahami bahwa kehidupan persahabatan dan cintanya harus dibangun di atas dasar kejujuran, saling percaya, dan komimen. Untuk orang yang lain kehadiran, dukungan, dan rasa aman. Semua jawaban di atas membantu kita untuk mengevaluasi dan memahami secara terus menerus hubungan cinta dan persahabatan kita. Yang terpenting adalah bahwa kesejatian persahabatan dan cinta kita bisa diukur dari kejujuran kita untuk mengatakan kepada pasangan hidup kita atau orang yang kita cintai, “Datanglah sayang, masuklah ke dalam hidupku. Aku menyayangimu!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s