BANGUN

 “Bangun” (artinya menyadari diri kita) itu seperti seorang gelandangan di London yang sedang mencari tempat untuk tidur pada suatu malam. Hari itu dia hampir tidak mendapatkan sepotong roti pun untuk mengisi perutnya. Akhirnya dia tiba di pinggiran sungai Thames. Malam itu hujan gerimis, karena itu dia menyelimuti dirinya dengan mantelnya yang usang dan berlubang. Dia hampir tertidur ketika tiba-tiba sebuah mobil Rolls Royce yang dikemudikan oleh seorang sopir berhenti. Dari mobil itu keluar seorang wanita muda yang cantik yang berkata kepada gelandangan itu, “Teman saya yang malang, apakah malam ini kamu akan tidur di tepi sungai ini?” Gelandangan itu menjawab, “Ya.” Wanita muda itu berkata, “Saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Kamu akan saya ajak ke rumah saya dan akan saya sediakan tempat tidur yang nyaman dan makan malam yang enak.” Wanita muda itu mendesak gelandangan itu untuk ikut ke rumahnya. Kemudia mereka naik mobil ke luar kota London dan tiba di suatu rumah besar yang berhalaman luas. Mereka dipersilahkan masuk dengan sopan oleh pengurus rumah tangga. Wanita itu berkata kepada pengurus rumah tangga itu, “James, layanilah teman saya ini sebaik mungkin dan tempatkan dia bersama para pelayan.” Dan James, pengurus rumah tanga itu melaksanakan permintaannya.          Wanita muda itu kemudian mengenakan pakaian tidur dan bersiap-siap untuk naik ke tempat tidur, ketika tiba-tiba dia teringat pada tamunya. Maka diapun berjalan perlahan-lahan menuju tempat tinggal para pelayan. Dia melihat seberkas cahaya dari kamar tempat gelandangan itu tidur. Dia mengetuk pintu dengan halus, membukanya dan melihat bahwa gelandangan itu masih terjaga. Wanita itu bertanya, “Apakah ada masalah., teman?” “Apakah kamu tidak mendapat makan malam yang cukup baik?”          Gelandangan itu menjawab, “Saya belum pernah makan seenak ini seumur hidup saya, nona.” “Apakah kamu merasa cukup hangat?” Gelandangan itu menjawab lagi, “Ya, ranjang ini hangat dan nyaman.” Kemudian wanita itu berkata lagi, “Mungkin kamu membutuhkan seseorang untuk menemanimu tidur. Bergeserlah sedikit, saya akan berbaring di sampingmu.” Wanita itu mendekatinya dan gelandangan itu bergeser dan diapun terjatuh ke dalam Sungai Thames.*** Diambil dari buku “Awareness. Butir-Butir Mutiara Pencerahan”. Karangan: Anthony De Mello, SJ. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001, hlm 63-64.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s