Kisah 5

Nama   :Ferdinandus

NIM    :0800751076  

Kelas   :06PIA

 

            Sewaktu remaja memang pada dasarnya tidak dapat mengendalikan gejolak muda baik itu sikap maupun pembentukan kepribadian. Masa remaja adalah masa dimana hormon seseorang mulai meningkat sehingga menyebabkan tingkah laku dan sikap menjadi sangat luar biasa hebat. 

           

Pada saat itu kira-kira umur saya sekitar 15 tahun, kami sekeluarga berkumpul di ruang tamu. Pada awalnya hanyalah lelucon dari ayah saya tetapi entah mengapa saya tiba-tiba marah dan tidak dapat mengendalikan kata-kata saya yang keluar melalui mulut saya ini mungkin karena saya waktu itu masih tidak dapat mengendalikan dan membendung amarah saya, sehingga keluar begitu saja dan berakibat menyinggung perasaannya.

 

Saya mengucapkan kata-kata kasar kepadanya beserta caci-maki. Sampai sekarang pun saya tidak mengetahui penyebab kemarahan tersebut. Anehnya sehari setelah kejadian tersebut, saya mendapat  pelajaran agama yang terdapat pada jadwal hari itu di sekolah. Pelajaran agama tersebut menjelaskan arti dari pentingnya orangtua dalam kehidupan kita sebagai anak.

           

Dalam kehidupan kita hampir 40% masih memerlukan bimbingan dari orang lain terutama orangtua kita sendiri yang dari awal kita lahir ke dunia yang bisa dikatakan kejam terhadap setiap indivisu manusia yang tidak dapat menjaga dirinya sendiri. Orangtualah yang selalu menasehati kita, membimbing  kita baik dalam keagamaan maupun kehidupan di masyarakat. Mereka membesarkan, membiayai, dan tak tangung-tanggung mengorbankan diri mereka sendiri demi kehidupan anaknya agar anak-anak mereka senang selalu.

 

Dalam penjelasan tersebut, entah mengapa saya tiba-tiba sadar dan teringat apa yang telah saya lakukan kemarin kepada orangtua saya sendiri. Tetapi dalam diri saya masih saja tidak mengakui apa yang telah saya lakukan dan terus menyalahkan orangtua saya lah yang bersalah. Memang masa remaja adalah masa yang bisa dibilang cukup sulit untuk mengenal lebih dalam akan sesuatu dan tidak dapat berpikir dengan pikiran dingin melainkan dengan amrah dan dengki yang berkepanjangan.

 

Tetapi menjelang 3 hari. 4 hari, 5 hari, dan hari-hari terus berganti saya belum juga meminta maaf kepada orangtua saya atas apa yang telah saya dan juga belum berbicara satu sama lain. Kami semua lakukan tindakan kami atas ego kami masing-masing. Tetapi entah mengapa saya bermimpi akan kematian yang menimpa saya mungkin saja itu karena saya terlalu memikirkan masalah tersebut atau juga pesan dari-Nya yang disampaikan melalui mimpi. Setelah sadar apa yang telah saya lakukan saya pergi ke orangtua saya untuk meminta maaf dan berjanji tidak akan melakukan hal trsebut lagi dan lagi.

 

Memang Tuhan dapat menyadarkan umatnya melalui cara apa saja dan tidak dapat di terka oleh siapapun di dunia ini.Pada dasarnya manusia haruslah menghormati  orangtua yang telah bersusah payah membesarkan kita semua dan maafkanlah mereka jika mereka membuat sedikit kesalahan yang mungkin menyinggung perasaan kita baik yang mereka sadari atau tidak.

 

Seperti itulah refleksi daridalam diri saya mengenai ajaran agama sangatlah membantu diri saya seutuhnya walupun dengan itu kita semua umat dapat membuat sesuatu kebaikan untuk sesama kita manusia

2 pemikiran pada “Kisah 5

  1. Betul sekali, Pak Bambang. Saya jadi teringat bagaimana keadaan kelas (kuliah) ketika kisah ini saya bacakan di depan mahasiswa saya. Cukup banyak dari mereka juga yang mengomentari hal demikian. Mungkin itulah dinamika hidup manusia!

  2. Ferdinandus perlu bergaul dengan orang orang yang hidup dipinggiran jalan (anak jalanan). bergaullah dengan orang orang yang tidak hidup bersama orang tuanya. betapa mereka merindukan figur orang tua yang mungkin tidak pernah mereka dapatkan. mereka menganggap orang yang lebih tua, lebih pinter, lebih berani, lebih besar badannya dll yang mereka anggap lebih dari mereka adalah orang yang patut dihargai. walaupun terkadang cara menghargainya berbeda dengan orang rumahan seperti Ferdinandus tentunya.
    Terkadang kita merasa benar, merasa baik sehingga kita tidak memperhatikan norma norma yang ada disekeliling kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s