Kisah 2

Fanni Margaretta

0800741314

06PIA

Character Building III

Tugas Mandiri 1

  

Bagi saya, agama dan ajaran-ajarannya sangatlah membantu saya dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Dunia ini banyak pengaruh positif dan negatif, tergantung bagaimana diri kita memilih mana yang terbaik untuk diri sendiri.

Sewaktu saya masih SMU, saya mulai mengenal apa itu dunia malam dan mengetahui seperti apa kehidupannya. Perlahan saya mulai memasuki kehidupan malam yang lebih dikenal dengan sebutan DUGEM (Dunia Gemerlap) dimana aktivitasnya clubbing di club-club tertentu. Waktu itu, DUGEM lagi trend di kalangan teman-teman saya. Maklum lah, kami adalah anak-anak yang baru mulai melek dengan lingkungan luar. Perjalanan saya dimulai dengan adanya party-party sweet seventeen teman-teman saya. Ada yang merayakannya di hotel yang disertakan acara lantai dansa dengan musik clubbing. Ada yang mentraktir makan di café lalu lanjut ke club tertentu.

Club yang pertama saya masuki adalah sebuah club yang cukup punya nama di kawasan Taman Ria Senayan. Waktu itu, saya masuk ke dalam club tersebut dalam rangka acara sweet seventeen yang dilanjut dengan clubbing. Suasana riuh pun langsung didapat saat memasuki club tersebut. Dengungan musik begitu keras sehingga membuat orang harus sedikit berteriak saat berbicara. Banyak orang turun ke dance floor (lantai dansa) untuk jogging (menari). Ada juga yang duduk di bar untuk minum beberapa jenis minuman beralkohol seperti tekila, dsb. Banyak juga asap rokok yang mengepul dalam ruangan. Karena saya baru pertama kali masuk club, jadi saya tidak tahu harus memesan minuman apa. Lalu teman saya yang memesannya. Begitu menenguk minuman tersebut, rasanya seperti ada yang pahit-pahit dan bersoda. Lalu saya tanya minuman apa yang baru saya minum, teman saya menjawab “Whisky Cola”.

Dalam hati saya berkata, “Oh, ini yang namanya Whisky Cola. Rasanya seperti ini”. Setelah minum minuman tersebut, tidak ada rasa mabuk atau mual sedikit pun. Karena kadar alkohol minuman tersebut masih rendah. Malam pun semakin larut, akhirnya kami memutuskan untuk pulang setelah menonton live performance T-Five. Beberapa bulan kemudian, teman baik saya sweet seventeen. Dia mentraktir saya dan beberapa orang di sebuah café di bilangan Taman Ria Senayan. Kemudian lanjut clubbing ke salah satu club yang cukup terkenal. Daerahnya melewati Taman Lawang. Saat itu lah saya pertama kali melihat kehidupan waria yang bekerja sebagai PSK (Pekerja Seks Komersil) di Taman Lawang. Selama ini saya hanya sekedar mendengar dan mengetahui kalau Taman Lawang tempat berkumpulnya para waria mencari nafkah. Ternyata waria-waria tersebut, ada yang cantiknya melebihi wanita tulen (asli) dan memiliki berbagai macam karakter.

Beberapa menit kemudian, sampailah kami di club ternama tersebut. Setelah melewati berbagai macam prosedur seperti pembayaran, pemeriksaan orang yang akan masuk, dll. Akhirnya kami masuk ke dalam club tersebut. Wow! Suasana clubnya sangat berbeda dengan yang pernah saya kunjungi sebelumnya. Di sini, orang-orangnya lebih liar dan berani mengekspresikan gerakan-gerakan tubuhnya di dance floor (lantai dansa). Musik yang dihentakan lebih kencang dan lebih variatif. Sekitar 40 menitan di club itu, kami memutuskan untuk pulang karena para orang tua sudah menelpon untuk segera pulang. Tentu saja, kami ke club tersebut tanpa sepengetahuan orang tua.

Dari 2 pengalaman saya itu, ada banyak pelajaran yang dapat saya ambil. Pertama, saya mulai memahami seperti apa kehidupan malam yang dilalui kebanyakan orang. Kedua, saya semakin menyadari bahwa iman yang kuat sangat dibutuhkan untuk membentengi kita dari pengaruh negatif yang datang dari lingkungan sekitar kita. Iman yang kuat didapat dari ajaran-ajaran agama yang kita anut. Sehingga kita tidak terpengaruh oleh ajakan-ajakan teman yang menyesatkan. Dan saya berhasil melaluinya dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s